Look Towards A New Future
Bubarkan Demokrat & TURUNKAN SBY SECEPATNYA AGAR GA KIAN RUSAK NI NEGARA. RAKYAT SUDAH MUAK DGN SEGALA TIPU DAYANYA DAN OMONG KOSONG KATA2NYA Inilah Serigala berbulu Domba. Hati2 Kl Kasus Nazaruddin Diarahkan Diusut Polrijavascript:void(0) Save

Rakyat Butuh Bukti Bukan Janji2 Manismu Agar Bs Berkuasa

Rakyat Butuh Bukti Bukan Janji2 Manismu Agar Bs Berkuasa
66 Thn Indonesia Merdeka. Korupsi Makain Merajalela, Pembodohan dan Pembohongan Terus Terjadi, Tidak Ada Rasa Kebanggaan pd Produk dan Budaya Sendiri, Kekayaan Alam Dijual pd Luar Negri Bahkan Pajaknyapun Masuk Partai, Politisi dan Pribadi, Rakyat Hnya Jd Kuli di Negerinya Sendiri Walo Mereka Kuliah Smp Luar Negri ttp Saja Jd Kuli, Apa Lg TKI ! Apakah ini sdh jd cermin Memiliki Rasa Kebangsaan Yg Tinggi yg Tiap Tahun Diperingati?? Tiap Tahun Mobil, Kantor dan Rumah Baru Serta Mewah Kau Nikmati, Lantas Hal Baru Serta Kemewahan Apa Yg Telah Kau Berikan Pd Rakyatmu?? Pembodohan & Pembohongan Lagikan Yg kauberikn Wahai Para Pendusta
Orang2 Baik Dikriminalisasi, Seperti Anthasari, Susno Duadji, Tdk Bakal ditetapkannya Andi Nurpati jd Tersangka Olh Polri & Pasti Nikung Keyanglain, Kasus Gayus di Hentikan Polri hnya smp dirinya, Yg Salah Bagaikan Dewa diBela dr Belakang seolah2 tdk Intervensi. Penuh Tipu Muslihat, Memberantas Korupsi Tetapi Paling Gede Berkorupsi Ria. Inilah Demokrat Gaya Baru Orde Baru. Mari Kita Berikrar Kalo KORUPSI ITU LEBIH BIADAB DARI TERORISME dan Wajib di Hukum Mati, Krn Korupsi Bs Mnghancurkan Negeri Indonesia Ini

Kamis, 26 Januari 2012

Membuka Takbir John F Kennedy (JFK) Bertemu Presiden Soekarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rencana pertemuan antara Jenderal AH Nasution dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy (JFK) medio November 1963 mengemuka di sebuah jurnal. Beragam analisis menggambarkan agenda politik antara Indonesia dan negara adidaya untuk membangun kekuatan. “Jenderal AH Nasution memang menjadi tulang punggung Presiden Soekarno saat itu. Dia berperan untuk meyakinkan JFK agar komunisme dibendung,” ungkap ahli kajian wilayah Amerika dari Universitas Indonesia Retno Sukardan Mamoto, PhD, Rabu (25/1).

Menurutnya wajar jika Nasution-lah yang menemui langsung sang pemimpin karismatik itu sebagai Kepala Satuan Angkatan Darat. Selain sebagai pemangku kekuasaan militer tertinggi, Nasution dikenal sebagai sosok yang anti komunis. Retno menjelaskan, peranannya menumpas bibit separatis juga terlihat dari keseriusannya menumpas pemberontakan PRRI/Permesta. Melihat kondisi itu, Nasution tak ingin ketenangan Pulau Jawa terusik. Pasalnya, menurut Retno, Nasution melihat bibit ideologi komunis mulai menggejala sejak awal zaman pergerakan pemuda Indonesia.

Nasution juga berusaha menggalang kekuatan di saat Sorkarno mulai terjepit dengan politik Nasakom. “Dialah prajurit terhebat yang anti-komunis dengan rasa nasionalis tinggi,”ucap Retno.
Sang jenderal mulai menyusun strategi pendekatan ke berbagai pihak, termasuk terhadap AS. Bentuk militansi terhadap Soekarno ditunjukkan dengan semangat anti-kolonialisme. JFK, dalam penilaian Retno, juga mencari peluang mendekati sekelompok panglima tinggi Angkatan Darat yang tak menganut komunisme. Lantaran dirinya tahu Presiden Soekarno dikenal berideologi tinggi.

Sosoknya dikenal sebagai anti-Barat sekaligus menyetujui komunis hanya dari sisi anti-kolonialnya.
Nampaknya orisinalitas pemikiran Soekarno menarik perhatian JFK. Presiden AS ke 35 itu mendukung penuh atas perjuangan RI saat merebut Irian Barat (kini Papua Barat) dari tangan Belanda. Semula JFK amat mendukung posisi Belanda karena AS membutuhkan dukungan Belanda sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

JFK takut, keengganan Belanda untuk meninggalkan Irian Barat akan mengundang perlawanan militer pihak Indonesia yang pada gilirannya dapat melibatkan negara-negara Barat lainnya, termasuk AS. Sementara itu, keterlibatan AS di Irian dikhawatirkan akan merangsang Uni Soviet terlibat pula.
"Karena itu, setelah mempelajari situasi lebih lanjut, JFK kian condong membela kepentingan RI," pungkas Retno.

0 komentar:

Poskan Komentar

APA KOMENTAR ANDA KLIK DISINI

Related Post: