Kebetulan saya mau menuliskan tentang Kebohongan2 yang di laukan oleh sejumlah Saksi dari Partai Demokrat itu sesungguhnya untuk melindungi Anas Urbaningrum atau SBY. Saya membaca dari berbagai macam media online yang ada kebetulan ini bisa menjadi salah satu referensi yang bisa menjadi masukan yang baik untuk bisa disikapi dgn baik. Berita ini saya dapatkan dari Detik. com adalah suatu kebenaran yang terus2an dihembuskan dgn cara2 menipu rakyat berulang2 kali oleh Rezim ini. Apa lagi DPR Uang yang hasil ngutang kok di buat bancakan Korupsi apa lagi DPR gemar sekali mengeluarkan anggaran untuk merenovasi gedung Elitnya. terlebih di pemerintahan SBY ini mumpung berkuasa segala Proyek yang ada anggarannya di buat segede mungkin agar juga bisa memberikan Fee yg gede pula kepada sejumlah anggota partai demokrat yg menduduki jabatan2 setrategis. ini berarti roda jalannya partai bisa terpenuhi dlm melaksanakan dan melakukan PENGKADERAN atau KADERISASI. Kaderisasi dgn jln Korupsi tentu juga akan menghasilkan Calon2 pejabat yg bermentalkan Koruptor juga.
Coba kita flashback Partai Demokrat pernah mengiklankan pada media elektronik tentang pembentukan Team Sepak bola yang akan dilakukan secara besar2an agar bisa meraih simpatisan ke Rakyat Indonesiaa, nah melalui jalan inilah di harapkan Masyarakat yg berminat main bola atau sekedar penonton akan menjadi simpati dan diharapkan mereka kelak juga bisa berpartisipasi untuk menjoblos partai brlambang segitiga ketika pemilu. Kalo kita telusuri tentu untuk menyelenggarakan Even itu dibutuhkan dana yang tidak sedikit sekali diperlukan Dana yang sangat besar. Ga mungkinlah Dana yang bisa mencapai Milyaran Rupiah bisa di penuhi melalui iuran Partai yang di ambil dari potongan gaji para anggota Demokrat yang menjabat di DPR dan MPR saja terlebih DEMOKRAT adalah Partai yang baru untuk lebih menyingkat waktu silakan baca sendiri di dlm blog ini yang pernah saya ulaskan berulang kali salah satunya Demokrat dlm kendali AMERIKA SERIKAT.
Semenjak mencuatnya Kasus yang menimpa kadernya yang bernama M.Nasaruddin yang secara tdk langsung menyeret sejumlah Teman2nya di Partai termasuk juga di dlm Kementerian. baik itu dlm Kasus Fisma Atlit, Hambalang, E-KTP dan sejumlah proyek2 lain yang di indikasikan berbau Fee, Markup dan Korupsi. Secara tiba2 pula Even sepak bola yang akan di buat dan dilaksanakan oleh DEMOKRAT secara otamatispun menjadi berhenti dan mandeg, bahkan sudah tidak terdengar lagi. Ada apa di balik ini semua?? kalopun benar penggalangan Dana partai dilakukan dengan cara2 yang Kotor entah itu melalui DPR, MPR ataupun Menteri dgn cara2 bermain Proyek atau anggaran tentulah itu sdh bukan menjadi rahasia umum lagi. Yang secara Defakto kegiatan2 Kotor ini tentulah sdh di Amini tdk hanya di ketahui saja oleh Ketua Umumnya tetapi juga Dewan Pembinanya juga. Maka sangatlah wajar kalo Sejumlah Cendikiawan para Tokoh2 Agama Mengucapkan pada Rezim SBY ini berulang kalai bahwa Rezim ini penuh dengan Pembohangan dan Pembodohan kepada Publik.
Kwik Kian Gie: Utang Indonesia Rp 1.800 Triliun Hasil Nipu

Jakarta - Mantan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie mengatakan pemerintah bakal sulit menyelesaikan jumlah utang Indonesia yang sudah menembus Rp 1.800 triliun. Menurutnya utang-utang ini penipuan luar biasa. Kenapa?
"Sudah sejak 30 tahun yang lalu saya sudah menulis banyak (soal utang). Contohnya lebih besar pasak dari tiang. Ini menjadi penipuan yang luar biasa. Utang itu tidak disebut utang dalam APBN, tetapi pemasukkan pembangunan dalam negeri. Jadi 30 tahun lamanya anggaran minus ditutupi utang. Anggaran harus berimbang, biar bisa disebut berimbang ya nipu," kata Kwik.
Hal ini disampaikan Kwik usai sebuah dialog ekonomi di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Dikatakan Kwik, jumlah utang pemerintah yang tembus Rp 1.800 triliun ini sudah sangat membahayakan dan sulit dicarikan solusinya.
"Ini bukan bahaya lagi karena sumber daya mineral di perut bumi dihabiskan oleh mereka elit-elit pemerintah. Sudah kayak gini sulit (solusinya). Saya nggak tahu harus bagaimana," tegas Kwik.
Sebelumnya, Presiden SBY mengakui jumlah nominal utang pemerintah Indonesia naik menjadi Rp 1.816 triliun di 2011 lalu. Namun rasionya turun bahkan sangat rendah dibandingkan negara-negara maju di Eropa dan Asia.
Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2011 mencapai Rp 1.803,49 triliun atau naik Rp 126,64 triliun dalam setahun dibandingkan 2010 yang mencapai Rp 1.676,85 triliun.
0 komentar:
Posting Komentar
APA KOMENTAR ANDA KLIK DISINI
Related Post: