Kedatangan presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Gedung Agung
Yogyakarta disambut aksi demonstrasi, Jumat (25/5). Massa aksi berasal
dari dua elemen yakni Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY dan
Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan.
Mereka menyiapkan ketapel dan panah sebagai simbol penolakan dan
pengusiran SBY di Yogyakarta. Sebagai simbol penolakan dan pengusiran
SBY yang rencananya akan menginap di Gedung Agung Yogyakarta selama 2
malam itu, massa juga menyiapkan ketapel (plintheng) dan pasukan
srikandi Mataram yang membawa senjata panah. Selama aksi berlangsung
massa meneriakkan yel-yel “SBY No, Penetapan Yes.” Untuk
mengekspresikan dan simbol pengusiran kedatangan SBY yang akan
menghadiri pelantikan Prasetya Perwira (Praspa) TNI 2011 itu, massa yang
membawa senjata ketapel dan panah kemudian berjongkok seolah-olah
membidik sasaran ke arah utara Gedung Agung. Namun ketapel dan panah itu
tidak dilengkapi batu. Sedangkan senjata panah hanya busur dan anak
panah tanpa dilengkapi tali busur.
![]() |
SBY ga Tau Sejarah |
"Tidak ada alasan bagi pemerintahan SBY untuk tetap keras kepala ingin memaksakan mekanisme pemilihan dalam pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Pemaksaan itu sama saja dengan melawan amanat sejarah dan daulat rakyat," ujarnya.
Sementara massa aksi dari Gema Pembebasan menilai jika SBY telah gagal mewujudkan reformasi. Koordinator aksi Dimas Gusti Randa menuturkan, selama 14 tahun reformasi berjalan, pemeritah SBY jaman di tempat dan tidak mampu membawa perbaikan-perbaikan di Indonesia.
"Tingkat pertumbuhan juga sangat lambat, disisi lain, kekayaan alam Indonesia semakin dikuasai asing. Ditambah lagi utang negara yang semakin besar dan semakin mengarah kepada kebangkrutan negara. Kita bagaikan orang asing di rumah sendiri," katanya.
Selama aksi berlangsung, ratusan aparat kepolisian nampak disiagakan di kawasan Gedung Agung. Massa aksi juga diperkenankan melintas depan istana keresidenan tersebut, meski pagar betis polisi tetap menjaga titik steril di seputaran Gedung Agung. Situasi terpantau kondusif dimana saat ini presiden SBY tengah mendengarkan paparan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di dalam gedung Agung.
0 komentar:
Posting Komentar
APA KOMENTAR ANDA KLIK DISINI
Related Post: