VeneZuela Saja Berani Menasionalisasi Tambang-tambang Asing, Argentina Baru Saja Menasionalisasi Perusahaan Spanyal Repsol Untuk mensejahterakan Rakyat dan Bangsanya, Indonesia di Bawah SBY Makin Ga Karuan Padahal Presiden Soekarno telah mencontohkan. Ingat...!! Kasus MESUJI dsb itu bukti Real bahwa Para Pejabat Rela mengorbankan Rakyat sbgai Tuan2 Tanah yg di Tipu dan Dibodohi hnya untuk menjadi KULI2 ASING

Semangat Para Blogger Jogja Dalam Pro Penetapan

  • Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe = Tidak usah bersombong hal terbaik apa yg tlh  kau berikan untuk Rakyat dan bangsamu.
  • Gila Pangkat, Jabatan dan Sanjungan Para Pejabat Kini Rela Melacurkan Diri tuk Memperkaya Diri Sendiri dan Menenggelamkan Bangsanya Sendiri.
  • Di Jaman PERANG KEMERDEKAAN Prajurit2 ini Ikut Mengusir Penjajahan dari Bumi Pertiwi.
  • HAMEMAYU HAYUNING BAWONO.
  • Kawulo Metaram Siap Berpisah Dengan NKRI.
  • Pejabat Ga Tau Sejarah Kok Bisa Jadi Presiden.
  • Mentang-Mentang Jd Pejabat Seenaknya Sendiri Menggunakan Kekuasaanya.
  • Semangat, Jiwa dan RUH Rakyat Mataram Tdk Bisa di Pisahkan Dari Sejarah Keistimewaan.

Info Terhangat

Orang2 Baik Dikriminalisasi, Seperti Anthasari, Susno Duadji, Tdk Bakal ditetapkannya Andi Nurpati jd Tersangka Olh Polri & Pasti Nikung Keyanglain, Kasus Gayus di Hentikan Polri hnya smp dirinya, Yg Salah Bagaikan Dewa diBela dr Belakang seolah2 tdk Intervensi. Penuh Tipu Muslihat, Memberantas Korupsi Tetapi Paling Gede Berkorupsi Ria. Inilah Demokrat Gaya Baru Orde Baru. Mari Kita Berikrar Kalo KORUPSI ITU LEBIH BIADAB DARI TERORISME dan Wajib di Hukum Mati, Krn Korupsi Bs Mnghancurkan Negeri Indonesia Ini
Tampilkan postingan dengan label Mafia HUKUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mafia HUKUM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

Inilah Yang Jadikan Pendidikan Melahirkan Koruptor

Korupsi
TST bukan Tau sma Tau Tp Teman Setan sma2 Tau

 Banyak hal yang menjadi subtansi kenapa negara yang kita cintai ini menjadi negara yang korup dan sudah salah kaprah dlm memaknai Sejarah dan dunia pendidikan. Karena Sejarah tidak bisa dilupakan begitu saja karena adanya masa kini tdk luput dari masa lalu. Kita bisa hidup enak, tenang dsb karena kita telah menjadi bangsa yang Merdeka. Untuk mencari kemerdekaan tidaklah semudah membalikan telapak tangan, dan di dalam perjuangan tidaklah semudah yang kita bayangkan. Makanya di zaman ini kita susah mencari Pemimpin Bangsa yang punya rasa dan jiwa Kenegarawan dan Kebangsaan. Begitupula dengan Dunia Pendidikan jg sdh salah kaprah dlm metode dan kurikulumnya.

Ibarat Partai Baru tiba-tiba menjadi Partai yang besar pada hal Pendirinya saja tidak punya dana Trilyunan Rupiah, dan di dlm partainya banyak mempunyai Visi dan misi yang segepok belum dalam hal pengkaderan. Akhirnya seperti yang kita saksikan bersama-sama Partai yanng anti KORUPSI ternyata malah paling Gedhe dan paling banyak tersangkut Korupsi. Dikarenakan terlalu banyak Program-programnya. (Silakan saja baca di dalam blog ini untuk lebih jelasnya, Karena dari awal Blog ini di buat sdh banyak mengupdate tentang permasalahan Yang Polemik ini)

Dari hal-hal diatas kita harus bisa mendeskripsikan secara benar, agar tidak salah dlm pemahamannya. Mentang-mentang kita sdh merdeka kita langsung kepengin langsung hidup serba ada dan istimewa. Akhirnya untuk menggapai tujuan terus melakukan berbagai macam cara sdh tidak memperhatikan lagi ya kataknlah semisal Halal Haramnya. Langsung aja kita pada Subtansinya saja Kenapa Negara ini menjadi Negara yang Korupsi:

1. Banyak orang tua yag menyekolahkan anaknya sampai keperguruan tinggi dari S1 sampai S Teler....eehh salah mksd saya S3 sekalipun agar kelak anaknya bisa hidup Enak dan Kaya Raya, bisa menjadi pejabat bisa dikagumi banyak orang (tidak hanya pada tetangga saja) dsb, bukan dengan niat dari awal agar bisa menjadi Orang Yang Pandai dan Bijaksana.

2. Orientasi Ortunyapun akhirnya menjadi Paradigma dan Doktrin si anaknya tadi. Akhirnya di dalam otaknya dia selalu berfikir bagaimana caranya saya cepat lulus dan bisa dapat pekerjaan, nah kalo sdh dpt pekerjaan yang diharapkan ortunya dia bisa beli ini dan itu agar nantinya Orang tua bisa menjadi Kagum, gembira dsb. Pola pikir sepeerti inipun kemudian juga berkembang rasa kegauman itu sdh bukan buat ortunya lagi tapi sdh lebih global lagi.

Seperti dlm Karikartur inilah kebanyak masyarakat kita dalam salah Bermimpi
Agar lebih fleksibel dari 2 hal saja contoh diatas bisa kita pahami bahwa ketika Cita-cita yang mereka Mimpikan bisa terlaksana dengan mudah tentu banyak mekanismenya dan aral melintang. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian melakukan Biokrasi secara ILEGAL karena untuk bekerja ditempat yang bergengsi tentulah sangat Kompetitif sekali. Untuk tau lebih jauh tentang hal ini agar bisa lbh akurat tentulah harus melalui sebuah Riset dan Hipotesa lebih duluan mana Orang Yang Menyuap atau Budaya Minta Suap. Akhirnya juga banyak Masyarakat kitapun mulai berduyun-duyun mencari pekerjaan menjadi MPR dan DPR walupun dlm Kampenye seolah-olah mereka berjuang untuk mensejahterakan Rakyat, ibarat orang Pacaran Hati orang Siapa yang Tau sblm kegadisan di dapat banyak saja Rayuannya, begitu Kegadisan sdh di dapat cepat-cepat dia tinggalkan mencari hal baru yang lebih dari yang sebelumnya. Kepuasan dunia tdk akan pernah ada habisnya, minta satu dikasih satu masih saja bilang kurang, dikasih Satu Ton emas belum puas juga begitu seterusnya. Mereka terlalu sibuk dgn Keinginan2 pribadinya, keluarga dan tentu saja Partainya Lupa bahwa tugas utamanya adalah Rakyatnnya

Secara praktisnya ketika sianak tadi bisa bekerja sesuai dengan mimpinya dan harapan ortunya ternyata bidang pekerjaan tersebut tidak memberikan GAJI yang hasil tidak besar pada hal dia bermimpi dengan menjadi INI atau menjadi ITU maka keinginan saya untuk bisa membeli Mobil bagus, Rumah Mewah, Baju yang sungguh Exlusive Dsb serta dan seterusnya tidak kesampaian akhirnya jalan satu-satunya hanyalah korupsi dan menyalah gunakan kekuasaanya.

Yang menjadi Pejabat pasti dia kan selalu mengorbankan rakyatnya entah itu menjual kekayaan alam kepada para pengusaha2 Asing agar bisa memperoleh FIE. Yang Menjadi TEAM PRO bagaiamana cara menaikan anggaran agar Proyek yang sebenarnya cuma menelan Ratusan juta atau milyaran rupiah bisa menjadi Trilyunan rupiah. Yang menjadi Gurupun sama saja dimintain ini itu para muriudnya akhirnya yang menjadi korban adalah para wali muridnya. Sekolah negeri yang buatin Gedung adalah Negara tetapi ketika masuk dimintai Uang gedung padah dari dulu sampai sekarang gedungnya cuma begitu2 saja. Yang menjadi Dokter akhirnya ibarat dlm dunia perdagangan dlm bahasa jawa Mbeleh Pasiennya. Begitu juga dengan jabatan-jabatan yang lainnya entah itu Polisi, Hakim dan seterusnya. Merasa benar tetapi sesunguhnya Keblinger, orang yang keblinger itu akhirnya akan hancur (orangnya akan hancur di akhirat tetapi negaranya yg di hancurkan di dunia).

Korupsi di Indonesia
Termasuk kenapa DEMOKRAT dalam pembinaan SBY tetap NGOTOT untuk menghilangkan Nagari Ngayogjokarto Hadingrat ini dari Keistimewaan. Biarlah hanya masyarakat Jogjakarta saja yang tau. Karena Kepemimpinan atau Jabatan di dunia itu tidak ada yang sifatnya ABADI (Rumongso Bener Neng Sejatini Keblinger). Bahkan Para Ulama-ulama ternama di Negeri Indonesia yang kita sayangi ini menyayangkan sikap2 Kepemimpinan yang seperti itu, toh tidak didengarkan juga apa lagi di apresiasi dengan cara yang bijaksana. Yach kalo kata permadi sih yang didengarkan hanyalah suara dari SETAN GUNDHUL.

Resume dari subtansi permasahan diatas adalah bahwasannya sesungguhnya kita tidak hanya sudah melupakan sejarah tetapi juga salah dalam bermimpi. Kalo orang luar negeri itu bermimpi berkarya maka banyak dari mereka itu benar2 menjadi Pengusaha dan Ilmuwan. Sebagai contoh HP saja dari HP hitam putih terus dikembangkan menjadi HP yang berteknologi 4G, Pesawat terbang yg mulanya hnya bisa dinaiki 1 orang akhirnya berkembang bisa dinaiki Ratusan Orang dan juga dengan waktu jelajahnya. Begitu juga dengan Roket yang sekarang menjadi teknologi Misil antar benua kalo terjadi perang tidak perlu mengutus pesawat tempur yg regulasinya harus minta ijin negara yang dilewatinya cukup menembakan misilnya saja sdh sampai kebenua yang dituju dsb.
Makanya kita selalu mendengar di dalam media enatah itu masa ataupun tronik para pejabat-pejabat di luar negeri baru terlibat isu Korupsi saja langsung mengundurkan diri, tidak hanya korpsi mereka pada mengubdurkan diri terlibat sekandalpun mereka cepat-cepat langsung mengundurkan diri. Seharusnya para Biokrat kita itu studi bandingnya seperti ini bukanmalah yang g semstinya buat argumen Study banding. Hal-hal yang sdh benar di buat seolah-olah ga bener yang ga bener dibuat seolah-olah hal yang benar.

Tetapi coba kita perhatikan Negara Indonesia kita ini yang maju dan bertambah majunya hanyalah tehnology Korupsinya yg makin canggih, entah itu dengan berkelit atau dengan jelas melalui undang2nya sendiri yang dibolehkannya untuk berkelit (Tidak Tau dan Lupa). Pejabat-pejabat dinegeri ini masih saja tetap bangga dengan jabatan2 yang dikenakannya walo jelas2 dia sdh terbukti. Bahkan ketika dia meninggalpun predikat2 yang melekat di dalam dirinya masih menjadi kebanggaan, dan ini real terbukti di Makam nisannya masih dituliskan semisal Profesor. Doktor ........ M.H/M.Hum dsb. Padahal mereka beagama Islam tau dan mengerti kalo hanya Amalnya yang menjadi Sakunya, dan Malaikatpun hanya memanggil dirinya itu namanya saja walaupun titelnya dari bumi sampai langit kalo di dunianya g benar pastilah 'Tetap akan di hajar habis-habisan dialam kuburnya'. "SIKSAANNYA AKAN SANGAT NGERI DAN PEDIH, TERLEBIH LAGI ORANG PANDAI KOK TETAP SAJA MENYALAHGUNAKAN ILMUNYA '' padahal semua itu adalah amanah dan titipan dari Harta sampai Ilmunya, HANYALAH MILIKNYA SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA.

Kenapa negara yang sdh akut akan kebobrokan moralitasnya ini masih ada dan tetap terus bisa berdiri?? Kalau kita sering melihat Kick Andy. Tidak lain adalah beliau-beliau yang pernah tampil dlm acara Kick Andy di mana mereka berkarya dan sangat berjasa bagi kehidupan Rakyat dan di lingkungan sekitarnya tanpa Pamrih dan berharap belassan tanda jasa. Mereka Ikhlas tuk berkarya mencurahkan segala yang mereka miliki dalam pemberdayaan apa yang masyarakat sangat butuhkan. Sangat kontras engan para Biokrat kita yang ogah-ogahan dlm apa yang menjadi tugasnya tetapi Gajinya minta selangit.

Padahal negara kita sdh bisa lebih dulu mempunyai Industri Pesawat Terbang ketimbang China dan Korsel, tetapi kenapa kita sekarang bisa tertinggal jauh dengan China dan Korsel. Bahkan dengan Pakhistan yang notabene Negara yang lagi ribut tetapi sdh bisa membuat Pesawat tempur sendiri. Mengenai industri Pesawat Tempur Nusantarapun sdh lama saya bahas dalam blog ini silakan cari dalam Search di dalam blog ini. Akhir kata tidak perlu panjang lebar lagi kalo ada waktu luang lagi akan saya bahas lagi materi ini agar lebih sempurna lagi. Maturnuwun.......

Minggu, 21 Agustus 2011

Inilah Deal Nazaruddin Dengan SBY

Seperti kita ketahui bersama Bahwa setibanya Nazaruddin di indonesia dr Pelariannya, tdk selang beberapa lama Istri Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Bahkan tiba2 Elsa Sarif menemui Nazaruddin di dlm tahanan marko brimob atas tanda tangan dr Bibit Samat Riyanto bahkan Elsa Sarif bilang pd Nazaruddin kl dirinya diutus oleh SBY, bahkan OC Kligis selaku Advokat resmi dipersulit oleh KPK untuk menemui. Tiba2 pula setelah Surat pd SBY disampaikan Nazaruddin melalui OC Kaligis tdk mau diusut oleh KPK tetapi diserahkan pd POLRI atau Kejaksaan. Mari kita kupas satu persatu.

Sri Wahyuni atau Neneng Istri Nazaruddin kok bs secepat itu dijadikan tersangka olh KPK, kenapa tdk sejak dr awal istri Nazaruddin dijadikan tersangka agar mudah pihak Interpol dan Institusi yg berkompeten dr indonesia bs dgn mudah mengejarnya dan menghemat biyaya. Ini tdk lain dr salah satu sekenario atau Posisi tawar dr Demokrat pd Nazar. KPK dpt data yg cukup dr pihak Demokrat sehinga KPK dgn berani lsng menetapkan Neneng jd Tersangka. KPK berani melakukan itu krn KPK pernah berhutang Budi pd SBY dan Demokrat dlm Deponering dlm Kasus Bibit-Chandra.

Secara tdk langsung inilah salah satu deal atau posisi tawar kpd Nazaruddin klo dia berani membuka Siapa2 dr Demokrat yg terlibat di dlmnya termasuk Ibas dan Andi Malarangeng. Klo Nazaruddin tdk membuka Ibas dan Andi M pd KPK tentunya Neneng akan aman2 saja dlm persembunyiannya. Karena Polri pasti akan bilang Posisi Neneng tdk terdeteksi keberadaannya sprti Nunun Nurbaeti. Kita semua tau siapa POLRI? Salah satu Alat Kekuasan Partai Demokrat. Lihat saja Kasus Gayus Tambunan Hnya berhenti smp disitu saja, Sampai saat ini atau tdk mungkin Andi Nurpati di jadikan tersangka Utama dlm Kasus Surat palsu MK psti akan mencari Korban Lain. Serta msh bnyk kasus2 yg lain yg dihentikan Polri dgn segala macam alasan ini itu.

Melalui Pengacaranya OC Kaligis mengatakan Nazaruddin akan mau bicara klo Yg mengusut adlh POLRI atau Kejaksaan. Ingat kita sdh tau semua kebusukan dan kebobrokan Institusi dikeduanya Baik Polri dan Kejaksaan. Ingat Advokat itu akan membela pd yg Bayar, Klo Demokrat berani Bayar tentu dia jg akan mencarikan jalan tengahnya. Karena Banyak pengacara dpt Informasi yg Akurat dr Kliennya kemudian dijual kpd lawannya sebagai posisi Tawar menawar dlm sebuah Kasus. Tentu pikiran kita akan mengatakan Enak dong jd Advokat bs dpt duwit dr sikut kanan-kiri, mknya mereka cpt kaya. Tdk semua pengacara mempunyai sifat yg Licik seperti ini msh ada Advokat yg baik dan tdk mau main mata walo dgn alasan Untuk menyelamatkan Kliennya. Inilah yg harus kita waspadai bersama klo hal semacam ini terjadi bearti ada deal atau tawar menawar telah disepakati. Karena tdk hnya Istri Nazaruddin saja yg kena dlm kasus ini, menurut beberapa sumber yg bs dipercaya sdrnya Nazaruddin yg jg jd anggota Demokrat yaitu M. Nasir jg terlibat dlm sederet kasus yg sama dgn teman2 yg disebutkan Nazaruddin baik Via BB atau Skype.

Mengenai Elsa Sarif tentu kita sdh bisa menganalisa sendiri dan mendeskripsikan sendiri, yg tentunya salah satu juga sesuatu yg telah disekenario oleh Pihak2 yg terlibat baik dr Demokrat serta Oknum dr KPK yg telah disebutkan Oleh Nazaruddin terutama Chandra dan Ade Raharja. Karena Skenario ini mentah atau tdk berjalan maka dgn segala Upaya harus Via Advokatnya Resmi yaitu OC Kaligis. Mk tdk heran klo kemudian OC bilang Nazar mau membukakan kasusnya klo ditangani Oleh Polri atau Kejaksaan. Maka kita sebagai Rakyat jgn smp mau ditipu dgn deal2 seperti itu. Kasus ini harus tetap dikerjakan oleh KPK.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Taktik Jitu Demokrat Menghilangkan Barang Bukti

Mengenai sejumlah alat bukti yg hilang tentu saja itu bagian dari Sekenario dan Kebobrokan Moral yg nyata partai demokrat dan DUBES RI di KOLOMBIA. Kenapa dubes Kolombia mau melakukannya?? Tentu saja dia mau melakukannya yg pertama siapa dia yang ngangkat(dari pd nanti dicopot dan diganti), keDUA dari pada nanti diancam lbh baik melaksanakan telepon dr Jakarta, dan keTIGA harus ada kerjasama yg Solid antara Dubes dan sejumlah politisi demokrat ketika hal ini nanti di pertanyakan. Agar kasus ini tidak menjadi lebih berkembang nyasar pada Anas Urbaningrum dan SBY.

Ingat Nazaruddin pernah berkata pd Pengacaranya dan pd Iwan Piliang yg memferifikasi kasusnya via Skype, bahwa Testimoni yg disimpannya di dlm CD atau Flash Disk merk Sandisk kalo di buka akan mengunjangkan NKRI inipun hnyalah Sanepo karena kalo testimoni itu di buka kpd Publik akan membuat Rakyat tercengang bahwa SBY ternyata jg ikut terlibat dlm sejumlah Proyek yg di selewengkan Nazaruddin dgn Anas Urbaningrum dkk. Mk tdk heran kl ada sejumlah barang bukti yg hilang termasuk di dlmnya Laptop yg dipakai Nazaruddin. Dan tentu saja kita semua tau kenapa semua para Petinggi Demokrat mati2an dlm membela Anaz Urbaningrum,tdk lain dan tdk bukan agar Ibas dan SBY tdk ikut terseret dlm pusaran kasus ini.


Baca Selengkapnya disini Kebidaban Menghilangkan Barang Bukti

Jumat, 19 Agustus 2011

Inilah Maksud Surat dan Testi Mony Nazaruddin Pada SBY

Langsung Saja kita bahas mengenai isi surat yg disampaikan Nazaruddin kpd SBY dan berbagai macam ALAT BUKTI YANG HILANG, bahwasannya kita semua sudah tau apa isi surat itu baik yg kita peroleh dari berbagai media yg ada. Sebenarnya isi surat Nasaruddin itu tidak sepelik yg sering diperbincangkan diberbagai Media Electronik. Isi surat itu sudah jelas menegaskan atau secara Subtansinya adalah kalo dlm bahasa Jawa yaitu SANEPO.

Subtansi surat itu secara Realnya hanyalah Isyarat dan simbol yg ditujukan kepada Publik bukan kepada SBY secara klisenya dlm pengertian bahwasannya apa yg telah dilakukan oleh Nazaruddin dan Anas Urbaningrum dkk dlm Merampok duwit negara melalui cara2 tender Proyek2 yg dibeayai dengan dana APBN sudah diketahui dan direstui oleh SBY untuk menunjang kelangsungan hidup Partai Demokrat yg tentu tidak membutuhkan dana yg sedikit sekali. Untuk Rakornas saja diperlukan dana yang tidak sedikit sekali tentu butuh dana Milyaran Rupiah, Belum utk Sewa atau beli Gedung untuk kantor cabang ditiap2 Propensi dan daerah, Biyaya Kampanye baik untuk Pilpres, Pilkada dan kampanye2 lainnya serta belum yg lain2 termasuk pembelanjaan keperluan yg diperlukan partai.

Sudah berulang kali saya tuliskan dlm Blog ini bahwasannya SBY dlm mendirikan Partai tidak memiliki Uang yg cukup Besar untuk lbh jlsnya silakan baca sendiri di dlm blog ini agr menyingkat waktu. Nazaruddin sbg Bendahara tdk hanya menyimpan uang dr Partai Demokrat saja tetapi juga bekerja mencari sumber2 dana untuk kelangsungan hidup partainya. Tentu saja inisiatip2 sumber dana itu melalui keputusan bersama termasuk di dlmnya Dewan Pembina Partai Demokrat. Karena tidak mungkin Partai Demokrat hanya mengandalkan sumbagan dari para anggotanya yg menjadi DPR, DPRD dan MPR serta Para Menterinya saja tentu tidak akan cukup untuk bisa membiyayai itu semua. Maka tidak ayal kalo semua inisiatip Pembangunan2 yg diajukan oleh Demokrat dgn mudah disetujui dan direalisasikan dan tentu saja Bugetnyapun dimarkup kemudian dikorupsi dan di bagi2 sekian persen buat Partai sekian persennya buat mereka2 yg andil di dalmnya. Agar apa ya tentu saja apa yg telah saya tuliskan diatas tadi. Masih Ingat Ngototnya Marzuki Ali Ketua DPR dr Fraksi Demokrat dlm membangun Gedung Baru DPR?? Nah itu salah satu contohnya yg menjadiKontroversi kita semua sbg Rakyat Indonesia.

Memang benar bahwa inti surat itu juga ada makna atau arti Posisi Tawar-menawar atau istilahnya Deal2 yg tentu saja sdh dilakukan oleh Nazarudin sejak dlm pelariannya baik di Singapura sampai dia Dikolombia bahkan ketika sekarang dia di dlm penjara. Kenapa kemudian Nasaruddin tdk menyebut2 lagi nama2 sperti Ibas, Andi Malarangeng karena ya itu tadi sdh ada deal yg telah disepakati bersama dan kemudian Nasarudin ganti menyebut Anas Urbaningrum. Bisa jadi surat itu juga sebagai Isyarat Ancaman kalo sampai ada apa2 dengan Anak dan istrinya tdk tertutup kemungkinan apa ygtelah disepakati bersama tadi akan dibuka juga oleh Nasarudin.

Nazaruddin sadar dan tau apa lagi dgn Pengacara Sekelas OC Kaligis tdk mungkin Surat itu akan di realisasikan oleh SBY dan Pihak Penyidik manapun seseorang yg bersalah di penjara tanpa melalui Penyidikan. Anthasari Ashar saja yg benar2 tdk bersalah dan jelas2 dikriminalisasi harus melalui tahap2 itu kok apa lg dirinya.


KEBIDABAN MENGHILANGKAN ALAT BUKTI

Mengenai sejumlah alat bukti yg hilang tentu saja itu bagian dari Sekenario dan Kebobrokan Moral yg nyata partai demokrat dan DUBES RI di KOLOMBIA. Kenapa dubes Kolombia mau melakukannya?? Tentu saja dia mau melakukannya yg pertama siapa dia yang ngangkat(dari pd nanti dicopot dan diganti), keDUA dari pada nanti diancam lbh baik melaksanakan telepon dr Jakarta, dan keTIGA harus ada kerjasama yg Solid antara Dubes dan sejumlah politisi demokrat ketika hal ini nanti di pertanyakan. Agar kasus ini tidak menjadi lebih berkembang nyasar pada Anas Urbaningrum dan SBY.

Ingat Nazaruddin pernah berkata pd Pengacaranya dan pd Iwan Piliang yg memferifikasi kasusnya via Skype, bahwa Testimoni yg disimpannya di dlm CD atau Flash Disk merk Sandisk kalo di buka akan mengunjangkan NKRI inipun hnyalah Sanepo karena kalo testimoni itu di buka kpd Publik akan membuat Rakyat tercengang bahwa SBY ternyata jg ikut terlibat dlm sejumlah Proyek yg di selewengkan Nazaruddin dgn Anasurbaningrum dkk. Mk tdk heran kl ada sejumlah barang bukti yg hilang termasuk di dlmnya Laptop yg dipakai Nazaruddin. Dan tentu saja kita semua tau kenapa semua para Petinggi Demokrat mati2an dlm membela Anaz Urbaningrum,tdk lain dan tdk bukan agar Ibas dan SBY tdk ikut terseret dlm pusaran kasus ini.

Dan benar2 hal ini sdh terbukti ketika banyak wartawan dan sejumlah pengamat Politik menanyakan Serentak para politisi demokrat dan praktisi hukum presiden menjawab itu bukan satu2nya subtansi yg urgen yg bisa dijadikan alat bukti masih banyak alat bukti lain2 yg bisa diajukan tdk mengacu pd hal2 semacam ini. Benar2 sdh Bidab dan tak terpuji kelakuan mereka ini dari awal mereka berteriak-teriak dengan Lantang kalo Nasarudin benar2 punya bukti silakan saja barang bukti itu di serahkan kepada KPK. Inilah kelakuan orang yg sdh Edan, Bejat, Biadab dan keblinger Kekuasaan menghalalkan segala cara agar apa yg mereka inginkan bisa tercapai. Bagaimana seandainya diri mereka diperlakukan seperti Nasaruddin atau terdakwa yg Alat Buktinya kemudian dihilangkan begiti saja dan dengan mudah berargumentasi seperti itu. Hal ini kemudian mengingatkan saya pada kasus ANTHASARI ASHAR yg dimana kematian Nasrudin banyak alat bukti yg dihilangkan oleh Kepolisian agar Anthasari makin terpojokan dan sesuai apa yg telah disekenariokan.

Mari kita doakan bersama agar Nasaruddin mau bernyanyi kembali walo ada sejumlah barang bukti yg hilang agar Kasus ini bisa terkuak selebar2nya. Dan KPK benar2 bisa menjadi Garang seperti ketika diketuai Anthasari dan tdk mau di Intervensi olh pihak manapun. Jangan seperti DEMOKRAT yg dgn lantang agar Kasus CENTURY di buka scr terang benderang tp pd realita cm BOHONG belaka atau manius dibibir saja.
Dan sayapun yakin ada anggota KPK yg benar2 TERKONTAMINASI yg hal ini pernah saya tuliskan di judul Rapat Korbakan Saja Nazaruddin, sbg tambahan Yusuf Kalla pun jg prnh bercerita via media bahwa ketika itu Srimulyani mengeluh dan menagis dihadapan JK yg kemudian direspon olh JK agar KPK segera melakukan Investigasi di sebuah Hotel yg dijadikan utk transaksi. tetapi setibanya disana pihak KPK tdk menemukan orang2 yg dimaksud dan sdh pd kabur semua karena perintahnya ada yg membocorkannya dr anggota KPK tentunya.

Agar lebih jelas silakan baca MEMBONGKAR KEBUSUKAN SBY & DEMOKRAT karena apa yg saya tuliskan mengenai Mafia Pemilu terbukti ada, dan ini saya tuliskan jauh2 hari sebelum Ketua MK Mahfud MD mempermasalahkan atau mengangkat ke publik, dan percayalah Andi Nurpati akan di Lindungi dan tdk akan jd Tersangka Utama. Pasti akan mengorbankan orang lain apa lagi kasus ini ditangani POLRI ga beda jauh dgn Anthasari, Gayus Tambunan dll. Nazaruddin saja sblm jd TERSANGKA bisa dgn mudah mengatur2 Polisi kok.

Senin, 25 Juli 2011

RAPAT KORBANKAN SAJA NAZARUDDIN

Seputar Demokrat dan Kejanggalan KPK saat ini

 Mungkin dari Judul tadi bisa tepat kalo kita Flashback ketika Para Petinggi Demokrat yg dulu pernah berangkat ke Singapura dan mengatakan dengan penuh keyakinan dan kejujuran  bahwa Nazarudin benar2 sakit dan berat badannya turun sampai 18 Kg, Publik akan tercengang heran dengan seketika mendengar kalo dlm waktu yang singkat berat badan seseorang bisa turun segitu drastisnya bahkan banyak pula DOKTER yang heran ini Penyakit baru apa karena scra medis blm prnh ada dan baru pertama kali terjadi. Tetapi kenapa semuanya Tiba2 meniriakinya MALING!! Apakah mereka juga bukan bagian dari MALING itu dan bukan juga tukang PEMBOHONG??

Seperti Kita ketahui bersama bahwa RAKORNAS partai demokrat telah usai ditutup bahkan banyak pihak kecewa karena hanya menghasilkan seseuatu yg normatif saja. Yaitu kesolidan jajaran anggota partai demokrat dan menutup buku atas masalah yg sedang terjadi saat ini yaitu masalah Nazaruddin. Hanya sebagai ajang Pencitraan.

Ini suatu lelucon yang luar biasa yang sedang ditunjukan oleh Demokrat kepada Publik, kenapa bisa demikian tidak lain sesuatu yang prnh saya tuliskan sebelumnya diartikel "Nazaruddin Saya Medukungmu" bahwa apa yg dinamakan dgn konsolidasi, Solid dan menutup buku hanyalah agar hanya Nazarudin saja yg jadi korban dari semua sandiwara yg telah dimainkan. Ini tidak lain agar Citra partai tidak menjadi lebih buruk lagi, tetapi justru ini yg akan bisa menghancurkan Demokrat kelak dikemudian hari. Seperti apa yg telah dialami negara ini bahwa Korupsi makin parah saja dinegeri ini.


Bisa jadi Nazarudin hanya dijadikan boneka oleh orang2 Demokrat itu sendiri, termasuk oleh orang2 yang saat ini berada dibalik dirinya, yang seolah-olah ingin memihak dirinya tetapi sebetulnya malah menjerumuskan dirinya. Tetapi saya masih meyakini bahwa apa yg telah dikatakan Nazarudin banyak unsur kebenarannya, ditambah tadi saat salah satu setasiun TV swasta memutar durasi baru. Karena banyak wartawan terutama wartawan TEMPO pernah menginvestigasi tentang kehidupan ANAZ URBANINGRUM dan Sejumlah perusahaan yg dimilikinya. Termasuk kepemilikan Mobil mewah dan Anaspun pernah menjawab bahwa Mobil mewah itu adalah milik Nazarudin.

Sesuatu yang aneh dan tidak lazim orang sekelas Anas bisa meminjaam Mobil mewah milik Anak buahnya dalam waktu yang begitu lama. Apalagi ketika para wartawan mempermasalah masalah ini tiba2 mobil mewah itu sdh dikembalikan kpd yg empunya yaitu Nazarudin. Hehehe...sesuatu jawaban yg tidak bisa masuk diakal dan tdk realitis penuh unsur kebohongan. Apa lagi didalam partainya sendiri banyak yang bilang bahwa Uang saku yg diberikan oleh Anas dlm pemilihan Ketum Demokrat sungguh luar biasa sekali. Ini Uang saku taua Sogokan jelas2 ini adalah suatu Sogokan baik dinilai secara Logika dan etika.

Bahkan di Yogyakarta sendiri ANAS yang Istrinya adalah Cucu salah satu Pemilik Pondok Pesantren ternama yang ada di Yogyakarta secara isunya ANAS adalah sesosok Orang yang pelit untuk mengeluarkan sumbangan buat kemajuan Pondok Pesantren itu.

Percaya atau tidak walaupun suatu ketika Nazarudin itu pulang dan bisa membuktikan kebenaran yang selama ini dikatakan lewat media dia akan tetap menjadi PESAKITAN, walaupun KPK yg memeriksanya.Karena menurut saya dan analisa saya KPK yg sekarang sdh tdk seperti dulu lagi ketika KPK dipimpin oleh ANTHASARI. Dan sayapun juga meyakini bahwa masuknya ANTHASARI kepenjara juga melibatkan orang2 dlm atau teman2 ANTHASARI sendiri.

Di dlm dunia kerja manapun di indonesia dan hal ini sdh bukan menjadi rahasia umum lagi pasti ada teman2 kerja kita yang iri, caper pada atasannya agar dia bisa jadi kepercayaan atasannya, dan saling menjatuhkan agar dirinya bisa menduduki Jabatan yg kita punyai.

Lihat saja KPK sekarang menjadi MANDUL, banyak tebang pilih termasuk dlm Pemilihan Gebenur BI yg sampai saat ini Orang yang melakukan atau sebagai Penyogoknya masih melenggang bebas diluar tetapi yg menerima malah sdh masuk penjara. Apa lagi Kasus CENTURY yg jelas2 merugikan negara tetapi KPK selalu bilang tdk ada bukti yg cukup dan KPK tdk mau menggunakan alat bukti yg dimiliki oleh Team PANJA, sungguh2 aneh luar biasa. Densus 88 pun tdk akan mampu menangkap TEROTIST klo DENSUS hanya mengandalkan data yg dimilikinya tanpa mau mengembangkan data dari orang lain atau pihak lain serta menjeput bola atas Info2 yg masuk segera ditelusuri siapa tau banyak unsur kebenarannya. Alhasil Dnsus 88 menjadi berhasil dan sukses.

Bahkan dlm JAKARTA LAWYER CLUB yg diadakan TV ONE pernah menayangkan Problem NUNUN NURBAITY yg saat ini juga Buron KPK jg tdk pernah menindaklanjuti bahkan Informasi yg bisa dijadikan petunjuk KPK dianggap angin lalu saja. Bahkan sejumlah Politisi juga mensinyalir ada anggota KPK yg tdk bersih karena banyak INFORMASI YANG BOCOR ketika tersangka akan dicekal, begiutu juga dengan Nazaruddin yg Kabur sehari sebelum Surat Pencekalan akanditerbitkan.

Maka tidak heran kala itu ANTHAZARI Ashar pernah mensinyalir dan menginvestigasi anggotanya yang tidak bersih,bisa jadi apa yang dulu menonjol kasus ANGGODO benar adanya dan tdk heran kalo ada anakbuahnya yang ikut medramatisir kasus ANTHASARI, apa lagi dalam kesaksian CHANDRA M. HAMSAH jelas sangat terang benderang merugikan atasannya yaitu ANTHASARI.

Bahkan dalam pemilihan ketua KPK saat inipun ada sejumlah pihak yg mengundurkan diri karena mensinyalir Test yg diadakan hanyalah untuk FORMALITAS saja sedangkan ketua KPK yang sesungguhnya sdh ada pesanan dari sejumlah Ketua Partai Poltik. Hal ini kalo kita cermati termasuk salah satu pelemahan KPK dengan memasukan orang2 yg tdk bersih didalam tubuh KPK sehingga KPK menjadi jelek namanya dan tidak kredibel lagi dan selanjutnya KPK dibubarkan.

Kamis, 21 Juli 2011

M. NAZARUDIN Saya Medukungmu

Apa yg telah dilakukan oleh Nazarudin selama ini saya medukungmu Teruslah bersembunyi dan menembak siapa2 yang terindikasi dalam Uang Haram dalam mega Proyek APBN karena selama ini HUKUM di Indonesia hanya dijadikan Jargon2 kekuasaan saja. Dan menikung orang-orang kecil dan anak buahnya saja tidak pernah menyentuh dalang Intelektualnya.


Banyak Contoh Anthasari Ashar ketua KPK dijadikan Korban oleh oknum-oknum yang selama ini masih bercokol di dalam lingkungan pejabat Negara agar Borok2 mereka tidak terbongkar karena sistem yang saling sandera dalam hal urusan menilep atau maling duit negara.

Susno Djuadji juga salah satu yang dijadikan Tumbal karena akan membersihkan Intitusinya dari Praktek2 yang sama yaitu menerima suap dan Korupsimaling duit negara. Karena kalau dibongkar jelaslah bahwa atasannya dan juga rekan-rekan yang lain akan terbongkar lebih baik satu saja yang dijadikan korban dari pada semuanya kena.

Gayus Tambunan juga salah satu contoh betap buruknya penegakan hukum di negara ini karena hanya menjerat ikan-ikan terinya sedangkan yang Kakap tidak pernah daijadikan tersangka. Bahkan Kasus Gayus tambunan ini juga merupakan hal yang sama hanya dijadikan Korban agar intensitas Publik dlm hal korupsi dlm jajaran di dlm Departemennya bisa sedikit reda.

Nazarudin juga merupakan salah satu yang dijadikan kambing hitam dan Korban dalam kasusu Maling duit negara, dari pada yang lainnya kena lebih baik harus ada orang yang dijadikan korban agar yang lain2nya tidak ikut kena sekaligus bisa sedikit membawa citra partai lebih baik. Sacara logika saja bisa kita sikapi dengan Tepat bahwa tidak mungkin orang selevel dengan Nasaarudin akan melakukan aksi sendirian tanpa diketahui oleh Atasannya dan teman2nya. Emang teman2 Nasarudin yang mempunyai Jabatan yg lbh tinggi dari Nazarudin itu orang goblok? tetu saja tidak apalagi mereka punya Jabatan yg lbh tinggi tidak mungkin mereka tidak tau ataubahkan Jelas dalang semua dari segalanya.

Apa lagi melihat dari Setatementnya ANAS URBANGNIGRUM yang katanya dia sendiri Uang yang menurut dia Uang sangu dlm pemenangan dirinya adalah hasilbantingan, secara naluri jelas kebohongan besar dan amat pendusta. Yang akan menjadi pemimpin adalah dirinya masak orang lain akan mau mengeluarkan Uang dalam jumlah milyaran rupiah sgh naif dan bohong. Kalopun Ia tentu saja ada deal2 khusus agar kelak duitnya itu bisa kembali tentu saja ada Megaproyek yang bisa dimenangkannya. Dan tentu saja dari kemenangannya itu tdk mungkin membawa untung yang sedikit dan tentu saja keuntungan yang berlipat2 itu Dia juga pasti dpt kecipratan duitnya juga. Sebagai jasa terimakasih karena tendernya telah dimenangkannya.
Tidak beda jaug dengan PILPRES semua timsukses juga akan dpt Jaabatan yang menarik dan Paratai2 pendukungpun juga dapat jatah menteri2.

Dari sejumlah setatement yg dilontarkan Anas menurut analisa saya banyak sekali kejanggalannya dlm mengggapi apa yang telah dilontarkan oleh Nazarudin sebagai balasannya. ini saya menyimak ketika Salah satu setasiun televisi Suata yaitu TV ONE sedang melakukan wawancara khusus dgn ANAS. Coba TV ONe suruh mutar lagi dan amati bener2 apa yang dikatakan ANAS sungguh penuh kenaifandan banyak yg disembunyikan.

Dari apa yang di omongkan Nazarudin kepada sejumlah media saya yakin bahwa apa yang diomongkannya itu 90% ada kebenarannya. terutama ketika Metro TV menayangkan pembicaraan langsung dengan Nazarudin. Saya menganalisa tidak secara mentah2 tetapi melihat secara Obyektif dan dr berbagai apa yang telah saya sebutkan diatas. Terlebih ketika Metro TV akan mengambil gambar di megaproyek HAMBALANG tidak boleh meliput. Tentu saja ini Kejangggalan yang luar biasa. APa lagi Menteri Pemuda dan Olah Raga ANDI MALARANGENG ketika itu mengajukan anggaran sebesar 2.3 Trilyun Rupaiah sugguh ini juga patut dicurigai apakah ANDI MALARANGENG benar2 orang yang bersih???

Satu lagi SBY dlm mendirikan Partai tdk memiliki Uang yang cukup seperti PRABOWO yang mempunyai banyak uang karena beliau seorang pengusaha. Maka tidak heran kalo banyak POLITISI DEMOKRAT tentu akan ada yang bermain2 uang dengan DUIT NEGARA atau APBN. Dan secara konkrittdk mungkin akan bisa saya uraikan disini karena terlalu panjang, Hanya sebagai contoh saja Kenapa sekandal CENTURY tidak pernah selesai dan tidak akan mungkin bisa terkuak bahkan bisa dibilang kenapa CENTURY bisa jadi permasalahan yang luar biasa tentu saja bisa ditebak dari apa yang telah saya beberkan tadi.

Yang perlu digaris bawahi juga tentu kepergian Nasarudin ke singapura tidak mungkin tidak ada Instruksi dari teman2nya bahkan para petinggi Partai Demokrat agar dia tidak bernyanyi dan menyeret teman2nya makanya dia disuruh lari ke Luar negeri dan tentu juga ada yang memfasilitasi kehidupannya di luar negeri. Serta Misi Utama yang sebenarnya bisa jadi teman2nya yang pergi ke Singapura dengan alasan menjuput dirinya hanyalah deal2 agar dia tidak bernyanyi masalah beaya hidup pasti sdh disiapkan sejumlah politisi walaupun secara real segala Rekeningnya sdh di blokir oleh KPK.

Kamis, 20 Januari 2011

Rekayasa Kasus Anthasari Agar Masuk Penjara Ada Dibalik Istana

Kasus Mafia Hukum dan Mafia Perpajakan yang tidak juga kunjung reda dan terlihat tidak terliaht titik temunya bahkan cuma muter2 aja sudah bisa jadi bukti banyak pencitraan yang diambil oleh SBY dan apa yang dikoar2kannya selama ini hanyalah sekedar untuk menutupi PUBLIK bahwa Rezim yg selama ini berkuasa benar2 bersih dan berkotmitmen dlm penegakan hukum.


Tetapi pada kenyataanya hanyalah sebagai bentuk Symbolys saja, bisa kita lihat bersama2 kenyataan itu dari kasus Gayus Tambunan yang sudah menyebutkan Banyak Orang atau pejabat yang terlibat didalamnya termasuk dari Dirjen Pajak, Perwira Kepolisian dan Kejaksaan tidak juga segera diambil tindakan, bahkan Satgas Mafia Hukum yg dibentuk Presidenpun sdh tau banyak juga terkesan diam saja malah membikin manufer Politik dengan pihak Kepolisian selalu mengeluarkan hal2 yang aneh dan gaya Orde Baru agar apa yg telah di Ucapkan Gayus menjadi hilang dari ingatan Publik dan Media dengan cara Jalan2 Gayus Keluar Negeri selama di dalam Penjara Mako Brimob. Ini juga adalah hal yang aneh kalo mau kita telusuri secara mendalam tentu Kepergian Gayus bisa keluar masuk penjara dan juga oleh para Napi yg lain tdk mungkin tanpa ada sepengetahuan dan direstui oleh Para Perwira POLISI. Anak buah tidak mungkin akan mau dan berani melepaskan Napinya untuk bisa keluar dari penjara untuk beberapa hari tanpa ada persetujuan dan diketahui oleh Pimpinannya. Yang pada akhirnya Anakbuahnya sendiri yg dikorbankan oleh pimpinannya. Dan Benar2 hal yang aneh kenapa Satgas Mafia Hukum yg terdiri dari2 Orang2 yg mempunyai Integritas yg tinggi bisa terjebak dalam Koridor yg tdk semestinya. Tentu ada tanda tanya besar yg menjadi banahan renungan ada apa kok bisa seperti ini???

Susno Juadji yang telah mengungkapkan dari permasalahan ini semua sehingga MAFIA Perpajakan ini bisa terbongkar kok malah dibenamkan oleh Institusinya sendiri. Dan Susno Juadjilah salah satu Perwira Polisi yg punya Kotmitmen besar untuk bisa membersihkan Institusinya karena selama ini Kepolisian termasuk didalamnya Perwira Polri juga bagian dari Mafia Hukum dan Perpajakan. Tapi pada kenyataannya Presiden Diam saja dan bahkan Satgas Mafia Hukumpun juga terkesan diam saja ini juga adalah Hal yang teramat aneh kenapa Presiden Diam saja, tentu ada yg tdk beres??

Pemberantasan Mafia tidak akan berjalan dengan Baik sebelum ada Reformasi Kepolisian dan Kejaksaan dilakukan karena Kepolisian juga bagian dari Mafia. Tentu sebagai Prsiden dia tau tentang hal ini kenapa dia diam seribu bahasa untuk tidak dgn segera Mereformasi Institusi ini. Seharusnya Kalo dia sebagai Presiden yang benar2 bersih tentu akan Peduli terhadap apa yang saat ini dialami oleh SUSNO Juadji, sebagai Presiden tenti dia bisa Menginstruksikan agar Susno Diberikan Hak agar dia bisa dengan segera Menuntaskan Masalah Mafia Pajak dan Mafia Peradilan atau Hukum. Tetapi pada Kenyataannya Presiden diam dan membiarkan hal ini terjadi.

Sekarang Lihat saja Cirus Sinagapun oleh Kepolisian Bagaikan Orang yang kebal hukum padahal sudah jelas dan terang benderang Publik indonesia ini tau bahwa Cirus Sinaga jelas2 terlibat di dalam Mafia Perpajakan ini, tetapi Pihak Kepolisian menyatakan Cirus Sinaga tdk terlibat karena sudah jelas kalo Cirus Sinaga dijadikan Pesakitan oleh Kepolisian tentu dia akan Bernyanyi bahwa Banyak Perwiara Polisi yg juga terlibat makanya POLRI menyatakan Cirus Sinaga aman. Dan yg terlebih aneh kenapa Presiden tdk ada Instruksi denag Problem ini.

Kalo Masyarakat Indonesia ini benar2 mengharapkan Indonesia benar2 bisa bersih tentunya saat inilah momen yg tepat agar Kehidupan Masyarakat Indonesia makin Maju dan Rakyat Kecil bisa Sejahtera dan benar2 bisa makan tdk hanya makan Nasi Aking ato Gaplek karena apa2 serba mahal. Kesengsaraan Rakyat Indonesia kiannyata Hasil Bumi dikuasai oleh ASing dan Pajaknyapun Banyak ditilep bagaimana Rakyat bisa sejahtera kalo seperti ini. Saat2 inilah yang tepat untuk bisa mengawali Indonesia menjadi lebih bersih, untuk itu diperlukan Kotmitmen yang besar dari kita semua Rakyat Indonesia. Seperti kita ketahui bersama REZIM SBY tdk punya KOTMITMEN untuk itu banyak Kejanggalan dan kelucuan yg telah dilakukan oleh SBY dlm memberantas MAFIA HUKU DAN PERPAJAKAN untuk itu diperlukan REZIM yang baru yang benar2 BERSIH punya Keberanian agar Cita2 yg besar ini bisa segera terwujudkan.

Substansi yg Riel adalah Auliapohan itu jelas2 sdh menampar wajah SBY dan SBY tdk rela kalo Auliapohan dipenjarakan oleh Antasari sbg ketua KPK kala itu. Century klo disidik Antasari jelas2 akan membahayakan sang Presiden karena Demokrat dr situlah sumber dana yg besar untuk bisa membiyayai Partainya sekaligus dana utama dlm Kampanye Pilpres. Yangtdk kalah seru pengadaan TI di KPU akan membongkar habis Mafia Pemilu baik dr sejak awal pengadaan TI itu telah di korpsi secara besar2an oleh para petinggi Demokrat dan adanya Penggelembugan suara sehingga Demokrat menjadi pemenang Pemilu.

Jangan Lupa agar lebih Paham silakan baca di dlm blog ini " DARI AWAL RANI Disembunyikan Sudah ada Indikasi " dan "Nasrudin Dijadikan Umpan Pada Akhirnya di Bunuh".
BERSAMBUNG....

Selasa, 11 Mei 2010

BEBERAPA OKNUM JENDRAL BERISTRI DUA

Berita yang lagi heboh saat ini. Keluarga besar mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji kecewa berat dengan penangkapan dan penahanan Susno Duadji oleh Mabes Polri, Senin (10/5/2010). Mereka yakin, tindakan itu memang pesanan dari elite-elite Polri.

"Keluarga merasa diperlakukan tidak adil. Kami keluarga tetap tegar meskipun diperlakukan sewenang-wenang oleh elite Polri. Ini dilakukan oleh elite Polri," tegas kakak sepupu yang juga kuasa hukum Susno, yakni Husni Maderi, di kediaman Susno, kawasan Cinere, Depok, Senin malam.

Husni mengatakan, Susno tidak terlibat dalam kasus dua pimpinan KPK, yakni Bibit Samad Rianto ataupun Chandra M Hamzah. Menurut dia, Susno juga tidak terlibat dalam perkara PT Salmah Arwana Lestari (SAL) yang oleh Polri disebut menerima suap Rp 500 juta.

"Tidak benar kalau Pak Susno menerima suap. Beliau justru yang mengungkap kasus ini," lanjut Husni. Oleh karena itu, keluarga besar Susno berharap dukungan dari masyarakat Indonesia untuk mengungkap kebenaran dalam rangka memperbaiki institusi Polri.

Husni lantas melontarkan soal adanya sejumlah oknum jenderal polisi yang beristri lebih dari satu, tetapi justru tidak dijerat kode etik profesi dan aturan lainnya.

"Padahal, itu jelas-jelas melanggar kode etik dan UU Nomor 1 tahun 74," kata Husni mengacu pada aturan soal larangan berpoligami bagi abdi negara. Namun, tentu saja, Husni tak menyebut nama-nama oknum jenderal yang katanya berpoligami itu.
Sumber : kompas.com

Catatan dari Jogjakarta heart

PREMAN BERSERAGAM BAHKAN PENJAHAT BERSERAGAM

Bisa saja hal seperti itu terjadi dan benar -benar ada, karena masyarakatpun sudah begitu jenuh dengan sikap -sikap anggota Polisi selama ini. Dari dulu sampai sekarangpun tidak juga ada perbaikan moralitas yang berarti pada Institusi yang satu ini.

Lihat saja adegan dalm fototersebut!!, masih kroco sajabisa berbuat seperti itu apa lagi mereka yang pangkatnya sudah gede.

Setelah POlri lepas dari tubuh TNI kini tingkah Polisi makin menjadi-jadi saja kelakuannya yang ga bener. Mereka merasa bak bagai malaikat atau bahkan dewa, tetapi pada kenyataannyabanyak yang bejat. Setelah TNI tidak boleh lagi berbisnis ternyata hanya tuk membuat Institusi ini aman - aman saja dalam sepak terjangnya agar tidak terjadi persingungan atau perselisihan dengan anggota TNI. Banyak anggota Polisi yang kemudian menjadi Backing dalam Club - Club Malam, Kafe dan tempat hiburan lain yang menggoda sahwat para lelaki hidung belang.

Dengan bayaknya anggota Polisi yang makin rusak moralitasnya, tentu yang banyak dirugikan adalah Masyarakat juga. Karena kalau tidak ada masyarakat tentu tidak akan ada Polisi. Sekarang semakin banyak anggota Polisi yang menyalah gunakan Intitusinya atau seragamnya untuk mencari Rejeki tambahan akhirnya masyaraktlah menjadi korban dari Oknum - oknum Polisi tersebut. Masih segar di ingatan kita semua kasus Anthasari yang di dalam persidangan jelas - jelas semua dakwaan bisa dimentahkan oleh Para Saksi dan para AhliBalestik dan Forensik serta para saksi,Toh pada realitanya Anthasari tetap saja menjadi terdakwa. Karena ada konspirasi yang besar antara Institusi Kejaksaan dan Polri. Maka kita jangan Heran kalau banyak Masyarakat yang menyebut Polisi itu tak ubahnya dengan PREMAN BERSERAGAM ATAU PENJAHAT BERSERAGAM. Dan Masyarakatpun meyakini lebih banyak Polisi yang bejat dari pada yang baik.

Inilah ketidak tegasan SBY dalam mereformasi Di kedua Intitusi tersebut sehingga Para Petinggi di kedua institusi tersebut masih bisa melakukan praktek-praktek Mafia Hukum. Karena di kedua Institusi inilah yang bisa menjalankan praktek tersebut secara sistematis atau terorganisir dengan baik dan rapi. Ambil 1 contoh Jaksa Penuntut Umum Cyrus Sinaga yang dalam persidangan Anthasari banyak di cemooh orang dengan sikap - sikapnya yang terlalu membodohi masyarakat atau dalam bahasa kasarnya Menipu masyarakat. Sekarang Alloh sudah membukakan mata kepada kita semua siapa sebenarnya yang menjadi cecunguk dalam berbagai macam kasus yang ditanganinya. Setelah terbukti dengan Nyata ada unsur kesengajaan tuk meloloskan segala dakwaan yang dilakukan oleh Syahril Johan dalam kasus pajak.

Bahkan pernah ada tetangga saya yang menjadi Mantri Kesehatan dan beliau sering ditugaskan oleh Dinas Kesehatan untuk memeriksa secara rutin para PSK agar tidak menyebarkan penyakit yang menular. Dari cerita para PSK tadi ada yang pernah mengatakan kepada Beliau bahwa sering anggota - anggota Polisi dtang ke tempat Prostitusi tersebut untuk minta jatah agar tidak sering di RAzia. Mereka mau saja melayani para anggota polisi tersebut dengan terpaksa walau dalam hatinya berontak, bahkan para anggota PSK tersebut mengatakan " Emangnya ini barang milik negara sehingga gratis tuk memakainya kapan saja. "

Seharusnya Institusi Polisi harus benar - benar merespon dengan baik apa yang dikatakan oleh Susuno D untuk memperbaiki Citra dan moralitas Institusinya agar benar - benar bisa menjadi Polisi pelindung rakyat bukan malah sebaliknya. Gambar diatas salah satu dari sekian banyak hal yang negatif yang sering dilakukan oleh Intitusi tersebut senoga hali ini bisa jadi Intropeksi yang baik agar citra Polisi menjadi baik.

Yang jelas Pak Susno D sangat berjasa buat bangsa dan negara ini dalam mengungkap Kebejatan yang telah terjadi turun temurun di Institusi Polri dan Kejaksaan. Selamat berjuang PaK Susno Rakyat akan selalu mendukung mu. Simak juga tulisan saya sebelumnya yang telah memperkirakan Susno D akan bernasib sama dengan Anthasari berakhir di penjara hasil Konspirasi Politik tingkat tinggi yang dilakukan para pejabat Indonesia.

Selasa, 13 April 2010

SUSNO DUADJI AKAN BERNASIB SEPERTI ANTHASARI

Drama penangkapan Komjend. Susno D di bandara SUTA makin memperburuk citra POLRI dimata masyarakat banyak serentetan peristiwa yang sangat memilukan hati dan miris. Dari kasus Cicak VS BUaya sampai Pedagang Asongan yang bernama Usep yang dijebak oleh anggota polisi dalam kepemilikan Ganja sampai kasus Mafia Perpajakan.

Betapa kita tidak miris Susno D yang seharusnya bisa dilindungi oleh Kapolri karena mau mengungkapkan kasus Mafia perpajakan malah oleh Kapolrinya di cari - cari kesalahannya. Sedangkan para anggota polisi yang terlibat dalam sekandal Gayus T. malah terkesan di lindungi.

Ada apa dibalik ini semua?? Ini menjadi tanda tanya besar yang perlu dikuak oleh masyarakat indonesia. Kenapa penangkapan Susno D di bandara SUTA begitu terkesan sangat Arogansi banget padahal Susno jelas - jelas Jendral yang berbintang 3 dan penangkapannyapun tidak disertai dengan Surat Perintah padahal Susno bukan sebagai terdakwa ataupun dalam keadaan di cekal. Apapun yang menjadi alasan Polisi dalam penangkapan Susno kemarin jelas suatu tanda tanya besar. Apa lagi para Propam itu pangkatnya lebih rendah dari Susno seharusnya bisa lebih santun lagi kepada atasannya, walaupun Jendreal itu dianggap salah. Ini sudah mengindikasikan para Propam itu sudah di back up oleh Kapolri apapun tindakan keras sekalipun yang mereka lakukan pada Susno Duadji akan dilindungi dan tentu akan ditutup - tutupi.
Untung kemarin ada Wartawan Motro Tv yang bisa meliput penangkapan Susno dan Semoga hal itu Berkat Pertolongan Alloh SWT yang dimediasikan melalui Wartawan Metro TV.

Yang menjadi kejanggalan lagi ketika wartawan Metro TV sedang meliput penangkapan Susno D diusir oleh para Propam dan anggota polisi yang berpakian preman bahkan para anggota yang berpakian preman itu tidak mau di shoot oleh kameramen Metro Tv. Ini makin membuat kejanggalan besar yang perlu di telaah secara mendalam lagi.
Bahkan ketika Susno D disidik oleh petugas Propam di kantor Propam Jaya hanya di cerca 5 buah pertanyaan yang sangat ringan kok bisa sampai memakan waktu 5 jam lebih. Dan ketika Susno D dilepaskan dari penyidikan itu biasanya Susno D sangat Ramah ketika di wawancari oleh para wartawan, tiba - tiba berubah drastis tidak mau sedikitpun memberikan komentnya seputar penagkapannya di bandara SUTA. Bahkan petugas Propamnyapun begitu ketat dalam mengawal Susno D masuk kedalam mobilnya.

Terlebih sehari sebelumnya Susno D pernah mengatakan pada pengacaranya Henri Yoso Diningrat dia selalu di kuntit orang dengan menggunakan Mobil dan Motor.Bahkan di Rumahpun dia selalu diawasi dan terbukti ketika Susno akan hendak bertolak ke Singapura begitu dengan mudahnya petugas itu menemukannya.

Ini jelas - jelas ada indikasi bahwa Susno D benar - benar dalam kondisi diancam oleh atasannya. Jangan sampai dia menyebutkan siapa itu Mr. X yang sebenarnya. Kalo sampai hal itu terjadi jangan harap Susno D bisa selamat, minimal akan bernasib sama seperti yang dialami oleh Anthasari dan jangan sampai Susno D ini kelak bisa menjadi kapolri. kalo sampai hal ini terjadi tentulah sangat akan membahayakan para petinggi - petinggi Polri yang akan diseret Susno dalam keterlibatannya dalam kasus Gayus T.

Banyak masalah yang sebenarnya bisa kita baca setelah melihat rentetan kejanggalan - kejanggalan yang di alami oleh Susno D. Kenapa Susno D malah meminta perlindungan kepada komisi 3 DPR sampai permasalahan yang telah disebutkan dalam Subtansi tersebut diatas.

Kepada Komisi 3 seharusnya bisa membaca apa yang dibeberkan Susno D dalam kesaksiannya di hadapan komisi 3 yang tidak mau menyebutkan inisial yang sebebanayan siapa itu MR.X dan MR. Y. Selama SBY dan komisi 3 tidak berkotmitment yang serius untuk mereformasi institusi Polri khususnya Kapolri dan Jaksa Agung jangan harap apa yang akan dilakukan Susno untuk menguak Takbir Mafia perpajakan dalam hal ini menangkap Kakap Sendikat markus perpajakan yang selalu di sebut - sebut Susno D adalah Mr. X dan Mr. Y yang sebanarnya dan menjadikan Polisi menjadi lebih baik seperti apa yang di harapkan oleh masyarakat dapat tercapai khususnya pemberantasan KORUPSI yang sudah menjadi Mental turun temurun di Negri yang kita cintai ini.

Kepada Pak Susno D kami tau bahwa Nyawa anda benar - benar terancam, minimal akan bernasib seperti Anthasari dan setidak - tidaknya Jabatan anda akan di copot agar anda tidak menjadi Kapolri. Karena ini akan jadi KIAMAT besar bagi mereka yang sekarang masih aman -aman saja dalam jabatannya. Sekali lagi kepada Pak Susno D segenap masyarakat Indonesia akan mendukungmu dan memberikan doa agar bapak selalu dilindungi Oleh Alloh S.W.T dan cita - cita bapak untuk menjadikan POLRI menjadi lebih baik dapat terwujud begitu juga dengan Kasus Mafia PERPAJAKAN KELAS KAKAP ini segera hilang dari negara yang amat kita Cintai ini.......amin.

Jumat, 29 Januari 2010

DAFTAR 100 PERUSAHAAN PENUNGGAK PAJAK

DPR telah menerima daftar nama 100 penunggak pajak kemarin. Wakil Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng mengatakan akan membentuk panitia kerja dan memanggil para penunggak pajak untuk dimintai keterangan soal tunggakan pajaknya. Inilah Daftar 100 Penunggak Pajak Terbesar.

1. Pertamina (Persero)
2. Karaha Bodas Company LLC
3. Industri Pulp Lestari
4. Badan Penyehatan Perbankan Nasional
5. Kalimanis Plywood Industries
6. Siemens Indonesia
7. Angkasa Pura II (Persero)
8. Bentala Kartika Abadi
9. Daya Guna Samudera Tbk
10. Direct Vision

11. Hyaat International-Asiapacific Limited
12. Djarma Aru
13. Televisi Republik Indonesia
14. Likpin Llc
15. Multi Kontrol Indonesia
16. Kereta Api Indonesia (Persero)
17. Bank BNI
18. TH Indo Plantations
19. ING International
20. Surya Dumai Industri Tbk

21. DSM Kaltim Melamine
22. Cosa International Group Limited
23. Bank Bukopin Tbk
24. Pasifik Satelit Nusantara
25. Bukit Makmur Mandiri Utama
26. Bank Global International Tbk
27. DP3KK
28. Gandhi Memorial International School
29. Sarana Niaga Perdana
30. Perdana Karya Perkasa Tbk

31. Sampoerna Agro Tbk
32. Seaunion Energy (Limau) Ltd
33. Agoda Rimba Irian
34. Total E & P Indonesia
35. Avera Pratama
36. Steady Safe Tbk
37. Toyota Tsusho Indonesia
38. Kaltim Prima Coal
39. Djakarta Llyod Kantor Pusat
40. Universal Foodwear Utama Indonesia

41. Sumalindo Lestari Jaya Tbk
42. General Food Industries
43. Inti Indosawit Subur
44. Holcim Indonesia Tbk
45. Kinantan Senaputra
46. Pembangunan Sarana Jaya
47. Planet Electrindo
48. Mobil Exploration Indonesia
49. Textra Amspin
50. Semen Tonasa

51. Kaltim Methanol Industri
52. Eka Manunggal Lestari
53. Perkebunan Nusantara XIV
54. Toyo Denso Indonesia
55. Pertamina Unit Pembekalan
56. Salim Ivomas Pratama
57. Gajah Tunggal Mulia
58. Intimutiara Kimindo
59. Perkebunan Hasil Musi Lestari
60. Petro Oxo Nusantara

61. Dwi Satya Utama
62. Jamsostek (pusat)
63. Wira Insani
64. Ragam Logam
65. Catur Gatra Eka Perkasa
66. Perkebunan (Persero)
67. Pakerin
68. Central Proteinaprima Tbk
69. Daesung Eltec Indonesia
70. Merpati Nusantara Airlines71. Madya Semarang
72. Hyundai Motor Indonesia
73. Aspirasi Luhur
74. Istaka Karya
75. Dongfang Electric Corporation Indonesia Project
76. Cakrawala Mega Indah
77. Gapura Angkasa
78. Sun Hope Investment
79. Texmaco Taman Synthetics
80. Singgar Mulia

81. Pulau Sambu
82. Il Jin Sun Garment
83. LKBN Antara
84. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
85. Astina Putera
86. Pindo Deli Pulp And Papermills
87. Sragen Abadi Textile Industri
88. Kaltim Parna Industri
89. Korina Semarang
90. Tiga Ombak

91. Menara Tiga Diesel
92. Valu Trada Indonesia
93. Asrigita Prasarana
94. Ivo Mas Tunggal
95. Sinar Kencana Inti Perkasa
96. Mandiri Eka Mandiri
97. Deutsche Bank AG
98. Wirakarya Sakti
99. Gunung Bayan Pratamacoal
100. Garuda Indonesia

SUMBER : http://www.kompas.com

TUNGGAKAN PAJAK 100 PERUSAHAAN 17,5 TRILIUN

Bukan main. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat, dalam lima tahun terakhir hingga 31 Desember 2009, tunggakan pajak 100 perusahaan penunggak pajak terbesar mencapai Rp 17,5 triliun atau 33,7 persen dari total tunggakan pajak sebanyak Rp 52 triliun.

Kamis (28/1/2010) kemarin Ditjen Pajak menyerahkan daftar penunggak pajak itu ke Komisi XI DPR yang membidangi masalah keuangan dan perbankan. "Itu semua tunggakan pajak dalam tahun terakhir," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng.

Sejumlah perusahaan pelat merah menghiasi daftar 100 penunggak pajak terbesar, seperti PT Pertamina, PT Garuda Indonesia, PT Jamsostek, serta PT Bank BNI Tbk.

Sayang Melchias tidak menyebut detail besar tunggakan pajak perusahaan-perusahaan tersebut. Direktur Jenderal Pajak Mochad Tjiptardjo juga tidak mengungkapkan angka tunggakan pajak perusahaan-perusahaan itu. Yang jelas, "Mereka semua harus bayar," tegas Tjiptardjo.

Ditjen Pajak akan melakukan berbagai cara untuk menagih pajak terutang tersebut. Bahkan, mereka tidak segan-segan melakukan penyitaan aset, termasuk yang tersimpan di bank, milik penunggak pajak yang tidak mempunyai itikad baik melunasi tunggakan pajaknya. Caranya bisa lewat pemblokiran rekening, pencegahan, bahkan penyanderaan alias gijzeling.

Ramai-ramai bantah

Namun, sejumlah perusahaan yang masuk daftar itu kompak membantah memiliki tunggakan pajak. "Kami siap melakukan konfirmasi data tersebut karena kami punya seluruh bukti pembayaran pajak," tegas Gandhi Sulistyanto, Direktur Sinar Mas Group, induk PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dan PT Pindo Deli Pulp And Papermills, yang kebetulan masuk daftar penunggak pajak itu.

Bantahan juga datang dari Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga. Malah, menurut dia, perusahaannya kelebihan bayar dan mempunyai hak restitusi atas pajak deposito Jaminan Hari Tua (JHT) yang telanjur dipotong bank senilai total Rp 1,4 miliar.

Direktur Keuangan PT Bank Bukopin Tri Joko Prihanto menduga, tunggakan pajak perusahaannya berasal dari transaksi murabahah (jual-beli) unit syariahnya. Namun, "Masalah ini masih dispute karena asas murabahah terkena pajak atau tidak belum ditentukan pemerintah," ujarnya.

Said Didu, Sekretaris Menteri Negara BUMN, juga mengakui, sebagian tunggakan pajak perusahaan milik pemerintah masih dalam proses sengketa. Tetapi, "Kami akan mengecek ulang dan memfasilitasi pertemuan BUMN dengan Ditjen Pajak," kata Said

Sumber : www.kompas.com

Minggu, 10 Januari 2010

NASRUDIN HANYA DIJADIKAN UMPAN YANG PADA AKHIRNYA DI BUNUH

Kalu kita seksama dalam mencermati kasus Anthasari tentu akan banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi. Dalam pembahasan saya yang pertama telah saya uraikan Subtansi dari kejanggalan - kejanggalan yang ada ( DARI AWAL RANI DISEMBUNYIKAN SUDAH ADA INDIKASI ). Kalau kita mau mengurai benang merahnya satu persatu tentu akan bisa kita ketemukan apa yang sesungguhnya terjadi. Dari yang sudah ada sebelumnya ini jga bisa dijadikan Input barunya kalau Antasari benar - benar pelakunya tentu dia sendiri sebagai Pihak pedanaannya karena Antasarilah yang lebih berkompetan tentang hal ini. Ibarat kata kita yang punya tujuan tentu tidak akan ada orang lain yang mau menjadi pihak pendanaannya,ini yang patut digaris bawahi juga.

Dalam persidangan Antasari agresifnya Rani dalam menelpon Anthasari dalam pertemuannya di hotel dan hal itu harus direkam oleh suaminya Nasarudin, sudah jelas hal ini Rani memancing Antasari agar mengeluarkan kata - kata yang telah diharapkan oleh pihak - pihak penjebak. Yang apa bila Anthasari kelak diajukan dalam persidangan bisa dijadikan bukti.

Dalam tiap pertemuannya Antasari selalu direkam dan hal ini juga diajukan dalam materi persidangan juga bisa dijadikan acuan bahwa apa yang menimpa Antasari jelas sudah disekenariokan dengan matang untuk menjebak Anthasari.

Pengakuan Wiliyardi W. beserta Istrinya juga sudah bisa dijadikan Bukti yang Konkreet apa yang sebenarnya terjadi. Pengakuan Ahli Forensik dari UI yang mengatakan bahwa jasad Nurdin sudah tidak Orisinil lagi bahkan sudah ada jaitannya. Tidak itu saja bahkan Beliau disuruh menghilangkan laporan mengenai Kondisi jasad Nasrudin. Uji balestik juga memandulkan tuduhan kepada Antasari serta bukti - bukti yang lainnya yang tidak mungkin satu persatu bisa saya uraikan disini. Tentu para pembaca juga sudah tau atau mengikuti jalannya persidangn antasari dalam bebagai media yang ada.

Dan hal ini juga didukung dalam Statemennya Susno D dalam kesaksiannya yang cukup mengejutkan banyak pihak, bahwa ada Team yang dibentuk oleh Kapolri untuk menjerat Anthasari. Dan saya yakin apa yang dikatakan Susno dalm persidangan itu benar dan sesungguhnya apa yang terjadi. Setelah saya menyimak dengan seksama dalam tayangan Metro TV statemen yang diutarakan Susno D mengandung kebenaran ( Mungkin ini salah satu dari bentuk penebusan Susno D atas dosa - dosanya yang telah lalu ( kalau para pembaca masih sangsi dengan apa yang saya utarakan tadi mengenai Susno coba suruh Metro TV agar mengulangi lagi liputannya )

Bisa disimpulakn bahwa Anthasari sengaja dijebak agar KPK tidak menjadi tajam lagi dalam menumpas Koruptor di negeri tercinta ini. Hal ini ada sekenario dan Konspirasi besar dikalangan Elit Politik. Nasrudin dan Rani dijadikan umpan Utama dalam sekenario itu untuk menjebak Antasari dalam berbagai hal termasuk pertemuannya dengan Rani di dalam Hotel. Nasrudin sebagai umpan Utama yang pada akhirnya di bunuh untuk memuluskan sekenario dan bisa dijadikan Acuan sebab musababnya kenapa Nasrudin di bunuh. Pada hal Nasrudin sudah menjadi baik tidak ada silang sengketa apa - apa. Apa yang menimpa Nasrudin bagai kisah cerita aksi KGB semasa UNISOFIET masih ada.

Hal semacam ini tidak beda jauh dengan YULIANTO dan OENG YULIANA dalam kasus Cicak versus Buaya. Bagaimana peran Polri dalam menumpas dan mencari Buronan teroris bisa dengan mudah menangkap para teroris, mosok mencari Yulianto saja susah dan terkesan diburamkan termasuk didalamnya Oeng Yuliana. Apakah mereka - mereka ini orang - orangnya suruhan Polisi?? Kalau masalahnya seperti ini tentu saja ia dan bisa saja terjadi. Apalagi Bibit dan Chandra dengan mudah Polisi mengenakan pasal pada mereka tetapi kenapa pada Anggodo kok tidak bisa. Ini sebuah pertanyaan besar yang patut untuk digaris bawahi ada apa dengan Institusi Polri?? Tentu saja hanyalah anak buah yang dijadikan Korban agar Pimpinannya bisa terhindar dari segala tuduhan dan sangkaan.

MENELISIK GURITA HUKUM INDONESIA

Kalau banyak para pejabat Indonesia mengatakan Indonesia adalah Negara Hukum maka kita wajib mempertanyakan Hukum yang bagaimana?? Karena selama ini hukum di Indonesia tdk bisa berpihak kepada rakayat kecil, sebagai contoh Ibu minah yang hanya mencuri 3 biji Kako, Kasus pencurian satu buah Semangka, satu rumah tangga yang mengambil Randu atau buah kapuk dan masih banyak lagi yang tidak bisa semuanya diendus oleh Media. Coba saja kalau kasus-kasus tadi tidak diliput oleh media tentu sangsinya akan lebih berat lagi dari itu. Bukan itu saja justru yang lebih dramastis lagi mereka sampai digebugi, dihajar atau bahkan disiksa.

Kalaupun hukum itu menjerat para pejabat tinggi negara tentulah yang dijadikan korban juga anak buahnya dan tidak pernah menjangkau pimpinannya.Seperti apa yang sedang dialami oleh Wilyardi W dan Susno D, tidak lain hanylah pihak yang sengaja untuk dijadikan tumbal oleh pemimpinnya atau Institusinya. Inilah kerancuan dan kebobrokan sistem hukum di negara kita. Pedang seharusnya menjadi tajam keatas karena yang keatas itu adalah orang - orang yang tau dan mengerti hukum dan bisa sebagai contoh kepada rakyatnya tetapi malah menyalah gunakan bahkan dengan sengaja melanggarnya. Banyak contoh yang bisa dijadikan bahan acuannya : kita lihat saja Para Koruptor itu yang mencuri Duwitnya rakyat sampai Milyaran Rupiah bahkan sampai Trilyunan Rupiah cuma dihukum 3 tahun saja atau 5 tahun (dan kebanyakan 3 tahun) padahal mereka itu tidak kekurangan materi tetapi masih saja Serakah dan tega menyengsarakan rakyatnya. Apakah ini bisa disebut Indonesia adalah Negara HUKUM??, dan Hukum bisa menjadi Panglima?? padahal banyak rakyat miskin yang dipenjara gara mencuri karena kelaparan sedangkan tetangganya tidak ada yang peduli bahkan sudah banyak tetangganya yang menjadi HAJI!! Rakyat miskin yang seperti itu saja bisa dihukum 3 bulan yang ditotal harganya tidak sampai ratusan ribu, coba kalu rakyat miskin mencuri duwit milyaran rupiah tentu hukumannya bisa samapai puluhan tahun. Bandingakan dengan para pejabat yang duwitnya sudah berlimpah dan tidak kekurangan Korupsi Milyaran rupiah cuma dihukum 3 tahun saja dan itupun tentu didalam penjara Fasilitasnya tidak kalah dibandingkan Hotel berbintang 5. Dari era Soeharto mungkin sampai kinipun masih eksis serta aman - aman saja untuk dilakukan.

Kalau masih ada Koruptor yang korupsi duwit sampai milyaran rupiah cuma dihukum 3 tahun atau 5 tahun saja, sama halnya Mafia hukum di indonesia ini masih subur bahkan Satgas Mafia Hukum tidak berfungsi dengan baik.
Banyaknya Napi yang bisa Judi, Nyabu,menghisap Ganja bahkan sampai Main Wanita di dalam penjara juga bukan hal yang baru lagi Seperti apa yang sering ditayangkan dalam siaran TV One bahkan TV swasta yang lain juga pernah meliputnya yang mengulas tentang kehidupan di balik jeruji penjara. Apakah kita juga pernah mendengar seorang Koruptor digebugi Polisi dalam di introgasi?? Tentu saja tidak dan tidak akan pernah terjadi, karena semua Uang yang bisa melicinkannya dari Kepolisian, Kejaksaan sampai di Rutan.

Fenomena yang sudah lama terjadi tetapi masih saja tetap berjalan aman - aman saja walau sekarang kita masih dalam era Reformasi. Lantas yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini juga Reformasi seperti apakah yang saat ini berjalan di negaeri ini??

Hukum di indonesia ini harus segera untuk di Reformasi karena hukum di indonesia ini di ciptakan banyak pasal yang sengaja dibuat untuk melemahkan sekaligus untuk meringankan. Ini sengaja diciptakan bagi mereka - mereka yang punya duwit, agar hukumannya menjadi seringan - ringannya bahkan bebas dari segala dakwaan.

Kalau sitem yang salah tentu agar bisa menjadi lebih baik tentu Sistemnya yang harus diperbaharui?? Siapa yang membuat sistem?? Ya para pejabat-pejabat itu!! Kalau pejabatnya yang membuat hukum saja sudah bejat, apakah hukum itu bisa dijadikan acuan akan memberikan rasa keadilan pada Rakyat?? Dan apakah Kalau manusia - manusianya itu masih seperti itu orang - orangnya dan Moralitasnya apakah tidak akan membuat sistem menjadi lebih baik??. Orang -orang yang membuat hukum harus pilihan, benar - benar kredibel, jujur, bersih dsb agr Hukum kita menjadi Tegas tidak ada posisi Tawar lagi. Misalkan : Korupsi diatas 1 milyard wajib dihukum mati, membawa ganja lebih dari 1 kg juga harus dihukum mati tidak ada posisi tawar lagi. Hal ini juga bisa untuk mengantisipasi agar penghuni penjara tidak melebihi kapasitas, anggaran negara bisa ditekan untuk memberi makan para napi yang sehabis keluar penjara masuk kembali bahkan sampai berulang kali. Kalau orang yang membuat Hukum itu tidak ketahuan dalam meakukan tindak pidana entah itu Korupsi,mark-up, kolusi dsb tentulah dia akan membuat Hukum itu ringan, bahkan ada beberapa pasal yang disertakan bisa meringankan.

Tentulah agar sistem menjadi lebih baik harus mengganti atau mereformasi dulu orang - orangnya terutama para pimpinan - pimpinannya yang mempunyai jabatan menegah keatas, ibarat lingkaran Setan ya harus diputus dari tengah - tengahnya saja. Masih banyak rakyat Indonesia yang jujur dan masih nganggur, kenapa cuma diberi sangsi tidak di pecat saja hal ini cuma akan jadi Sindrome baru dimasa - masa yang akan datang. Karena kalau semuanya diputus dari pangkal hingga ujung jelas harus punya keberaniaan yang tinggi serta akan menyita waktu yang lama. Namanya saja hukum agar orang yang terkena hukuman itu menjadi jera tidak saja kepada Orang yang terkena hukuman juga bagi siapa saja agar tidak berani melanggar ketentuan yang ada. Dan tentulah Hukum itu dibuat tidak ada yang meringankan harus seberat - beratnya, apalagi itu terjadi pada pejabat tinggi tentulah harus lebih berat dari pada rakyatnya bukan malah yang paling berat rakyatnya. Karena tidak saja maling duwitnya rakyat tetapi juga merugikan Negara serta menyengsarakan kehidupan rakyat (masih banyak rakyat indonesia yang kelaparan, tidak bisa mencukupi kebutuhan primer dan sekundernya lah wong beli sandang saja masih banyak yang tidak mampu)

Buat apa Satgas Mafia Hukum diadakan kalau hal - hal seperti diatas tidak dulu dilaksanakan dengan sitematis yang baik. Yang pada hasilnya tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya bahkan kan memboroskan Angaran Negara saja. Apa lagi tetu kita semua telah mendengar statemen Satgas Mafia hukum bahwa para Markus pada tiarap sementara. Apa tugas Satgas mafia Hukum hanya memberantas para markus saja?? Sungguh ini hanya memboroskan anggaran negara saja, karena sama halnya kita mebasmi buahnya tetapi tidak pada Subtansinya yaitu pokok permasalahnnya. Para Markus hanya dijadikan kambing hitamnya saja sungguh sangat Ironis sekali, karena Gurita hukum yang tidak berpijak pada rasa keadilan masih mencengkeram dengan kuatnya pada kehidupan rakyat kecil.

Rabu, 06 Januari 2010

MENANTI DETIK - DETIK KEMATIAN KPK

Kabinet yang dihasilkan atau ditelurkan dari koalisi tak lebih dari sekedar Bagi - bagi kekuasaan saja, yang pada akhirnya tidak memaksimalkan kinerja dari para kabinet itu. Para kabinet hanya akan mementingkan prinsip - prinsipnya saja dan organisasi yang dinaunginya termasuk juga keinginan dari yang memilihnya yaitu presiden. Kita lihat saja pernah kita melihat seorang mentri yang benar - benar memikirkan kehidupan rakyat dan keinginan dari rakyatnya?? Tentu saja tidak karena banyak menteri yang takut jabatannya itu dicopot sehingga mereka lebih peduli pada penguasa dari pada rakyatnya walaupun sebenarnya sesungguhnya yang paling berkuasa itu rakyat. Kalau mereka para pejabat itu benar - benar amanah dan kalau berteriak hanya untuk kepentingan rakyat tentu mereka tidak takut untuk kehilangan jabatan itu. Karena sama halnya mereka menghianati rakyatnya dan itu jelas akan sangat dibenci oleh Tuhannya, kalau rakyatnya membenci tentu saja Tuhanpun ikut membenci.

seperti yang terjadi sekarang ini dimana Menkoinfo beseteru dengan Adnan Buyung tentang RPP ini karena Bang buyung menggap ini sama saja dengan Wakil Koruptor untuk melemahkan KPK. Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan dan sikap Buyung Nasution bahwa Menkoinfo yang sekarang ini jelas - jelas hanya akan mencari sebuah Sensasi saja dan jelas tidak Amanah. Dimasa jabatan yang pertama kali yang dijabatnya ia ingin dikagumi hanya oleh para pejabat - pejabat yang terkait saja. Apapun alasan yang ia kemukaan itu sangatlah tidak logis dan hanya mereka - reka saja agar apa yang menjadi gagasannya dapat disetujui, dan itu bearti akan membuat kebanggan bagi diri pribadinya dimana dalam Jabatannya kali ini apa yang menjadi gagasannya dapat disetujui dan menjadi sebuah Undang - undang yang ada di republik ini. Apapun argument yang dikemukannya hanyalah sebuah argument yang dibuat -buat yang tidak bisa saya jelaskan satu -satu agar para pembaca tidak jenuh dalam membaca Subtansi dari isi artikel ini di karena di artikel sebelumnya sudah saya ulas dalam CICAK VS BUAYA.

Tugas KPK jelas lain dari kepolisian yang teramat luas dan punya banyak petugas untuk melakuakan apa saja terhadap apa yang dicurigai dalam bidang pelanggaran bernegara. Mesin KPK yang amat tangguh ya penyadapan itu kalau masalah penyadapan itu harus melalui tahapan dan diketahui dan disetujui dulu oleh Menkoinfo dan Pimpinana kejaksaan jelas akan menjadi Rawan untuk bocor. Bukan bearti kita tidak percaya kepada mereka yang menjabat itu tetapi setidak - tidaknya ibarat pada sebuah pertempuran diperlukan telik sandi atau mata - mata untuk memenangkan dan setrategi apa yang akan dipakai.

Telik sandi yang ampuh bagi KPK tentu saja penyadapan itu, sedangakn telik sandi bagi para Koruptor yang ampuh ya jelas jalur komunikasi, Menkoinfo dan pemimpin kejaksaan itu. Keampuhan dari telik sandi KPK tidak akan ampuh lagi kalau sudah bocor dalam penyadapan itu. Tentu saja dalam pertempuran seperti itu KPK akan lebih banyak kalahnya dari pada menangnya karena keampuhan dari telik sandi KPK sudah bocor, tentu saja lawannya atau koruptor itu akan mudah untuk menghindar dan melakukan setrategi baru guna mematahkan serangan yang akan dilakukan oleh KPK. Karena kekuatan Koruptor itu terletak pada jalur Komunikasi kalau jalur komunikasi sudah bisa dikuasai dengan aman tentu akan memuluskan dan memenangkan dalam tindakan itu yaitu korupsi. Bagaimana KPK akan menjadi badan penegakan hukum yang kredibel dan ampuh kalau sisitemnya yang sudah baik diobok-obok agar menjadi lemah dan tak berdaya karena senjata yang ampuhnya sudah dilumpuhkan.

Melemahnya KPK sudah kita rasakan bersama karena sampai sekarang ini KPK belum satupun mendudukan Korputor di Kursi persidangan, padahal Korupsi di negeri in masih saja marak terjadi. Seperti kita ketahui bersam anggaran untuk kegiatan KPK ini tidaklah murah dan terkesan Mahal karena anggarannya sampai Ratusan Milyard rupiah. Dan yang baru saja terjadi KPK menerima obat anti loyo oleh sebuah LSM dikarenakan sampai detik ini belum ada satupun koruptor yang menjadi terdakwa atau ditangkap.

Maka jelaslah sudah apa yang menjadi Gebrakan dari Menkoinfo yaitu RPP hanylah sebuah gebrakan Sensasi saja dan apa yang diamanahkan pada dirinya bukan atas dasar mengemban kepentingan rakyat, tetapi atas kepentingan pribadi dan golongannya saja. Untuk itu KPK harus lebih mendengarkan ketua MK untuk lebih baik KPK tetap menggunakan apa yang sudah ada saat ini yang diberikan kepada KPK yang jelas sudah Konstisional bukan pada RPP.

Yang jelas KPK tidak usah menggubris dan memakai RPP itu biarin saja dan tidak perlu dipakai RPP macam apan hal semacam itu harus dibuat hanya menghambur-hamburkan Uang Rakyat saja. Dan apakah PKS tidak salah dalam menaruh anggotanya dalam Kabinet itu?? Kalau begini cara perjuangan PKS bearti PKS sdh kehilangan fungsi Tugasnya dan hanya mencari kekuasaan saja, setelah sekian lama berjuang yang pada akhirnya setelah PKS menjadi lebih besar tak ubahnya hanya sekedar basa- basi saja. Tujuan utamanya hanylah memakmurkan Anggotanya dan agar dapat menjabat sebuah jabatan. Saya yakin ditahun depan suara PKS akan semakin berkurang lagi karena banyak kader - kadernya yang kecewa karena sudah tidak konsisten lagi arah perjuangannya.

Selasa, 29 Desember 2009

PEJABAT PENGHIANAT RAKYAT

Terealisasi sudah Mobil mewah untuk para Menteri dan para pejabat yang terkait, total adap 150 pejabat yang menerima Mobil mewah Toyota Royal Saloon seharga 1.3 Milyard. Hal semacam ini sudah menggejala dari Resim Orba sampai sekarang ini. Dan hal semacam ini tentu dianggap wajar oleh para pejabat2 kita dengan alasan yang selalu sama dari dulu yaitu untuk membantu dalam kinerjanya. Kalau kita mau menilik lebih jauh lagi tentu hal semacam ini adalah hal yang tidak Lazim dan terkesan menari diatas luka penderitaan rakyat indonesia. Inilah Moralitas bangsa Indonesia yang teramat bobrok dan tidak punya hati nurani, pandai tetapi kepandaiannya hanya untuk membodohi rakyatnya, miskin iman, miskin harga diri dan masih banyak lagi yang melekat dalam diri para pejabat - pejabat kita.

Indonesia masih menjadi negara penghutang terbesar yaitu senilai 243 trilyun lebih, busung lapar masih terjadi dimana-mana, masih banyak rakyat yang hidup susah dan tidak punya tempat tinggal, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin bisa disebutkan satu persatu.

Yang sungguh teramat Ironis lagi adalah Masih banyak Gedung - gedung sekolah yang rusak tak kunjung diperbaiki bahkan meja kelas dan kursi kelas sudah tidak ada lagi. Bagaimana mereka bisa belajar dengan baik dan akan menjadi penerus bangsa yang cerdas kalau sarana dan prasarana kelas saja sudah tidak layak lagi bahkan banyak yang akan roboh. Kalau alasan para pejabat-pejabat itu hanya untuk mendukung kinerjanya tentu mobil yang lama yang masih berumur 5 kalau benar-benar dirawat dan diservis dengan baik tentu masih layak dan enak untuk dipakai. Bandingkan saja dengan usia gedung sekolah yang rusak dan tak kunjung untuk diperbaiki.

TNI yang harus menjaga kedaulatan dan serangan dari musuh tentu wajib dituntut untuk memiliki senjata atau alutista yang Modern pula. Tetapi Faktanya TNI malah diberi Rongsokan walaupun sekarang TNI sudah mendapatkan sitem persenjataan dari PT.PINDAD. Tentu kita semua tau bahwa tidak semua senjata yang Canggih yang teramat dibutuhkan oleh TNI bisa dibuat oleh PT.PINDAD. sebagai anak bangsa kita wajib bangga atas keberhasilan yang telah dikuasai oleh PT.PINDAD, PT.PAL, PT.DI dan Indonesia wajib mendukung dan mempergunakan produk dalam Negeri. Dan PT.PINDAD hanya diberi anggaran 5oo Milyard, bagaimana Pt. Pindad akan mengembangkan diri menjadi lebih maju lagi kalau hanya diberi anggaran sebesar itu. Padahal dari bidang Tehnologi lah suatu bangsa itu akan dianggap menjadi negara yang maju. Bukan karena para pejabat-pejabatnya menggunakan mobil baru, dan itupun mobil buatan jepang dan bukan merek dalam negeri.

Hal yang teramat aneh lagi para pejabat -pejabat dinegeri ini kalau untuk membeli pengadaan Alustista TNI selalu saja bilang tidak ada Dananya, apalagi untuk memperbaiki gedung sekolah selalu saja tidak ada dana atau anggaran yang mencukupi, dan masih banyak lagi. Tetapi kalau untuk para pejabat-pejabat dananya selalu ada.

Malaysia yang ekonominya lebih baik dari indonesia saja para pejabatnya hanya menggunakan mobil Proton produk dalam negeri yang seharga 180 juta sampai 220 juta, India yang lebih murah lagi dari itu, Bahkan Negeri Belanda yang lebih maju dari Indonesia segala-galanya hanya menggunakan Mobil seharga 650 juta dan itupun merk tidak lah utama dan itupun tidak setiap 5 tahun ganti. Indonesia yang punya hutang Trilyunan rupiah dan masih banyak rakyat menderita sudah bergaya sok. Pantaslah kalau media masa Malaysia selalu menghina indonesia dan Mungkin masih banyak Negara yang mentertawakan indonesia. Janganlah marah kalau kita dihina oleh negeri orang karena inilah cermin Buruk yang harus diperbaiki.

Makanya Indonesia adalah ladang yang empuk untuk meloloskan sesuatu hal asalkan ada deal-deal khusus atau komisi, seperti pengadaan Mobil dinas sampai Hak penguasaan Hutan atau tambang dan lain sebagainya. Disebabkan para pejabat kita tidak mau bersusah payah untuk mendapatkan uang yang banyak bahkan bangga kalau rakyatnya hanya sebagai Kuli di negerinya sendiri, karena lebih baik mengundqang Investor asing yang jelas akan memberikan komisi yang begitu menggiurkan dari pada mencetak Investor yang tangguh oleh anak - anak bangsa. Bagaimana Indonesia akan menjadi Negara yang maju dan sejahtera kalau perilaku dan pola pikir para pejabatnya sudah seperti ini.

Sama halnya dengan Penghianat Bangsa apalagi ini dijaman tidak perang, bagaimana nanti kalau terjadi perang yang sesungguhnya tentu mereka ( tidak ingin menderita dan apa yang mereka inginkan bisa tercapai ) akan menjadi Penghianat bangsa yang akan mencelakai para pejuang-pejuang kita.

Jumat, 13 November 2009

DARI AWAL RANI DISEMBUNYIKAN SUDAH ADA INDIKASI

Alam negeriku Indonesia Tercinta yang terkoyak oleh perbuatan para pejabat-pejabat yang bejat moralitasnya hanya karena uang mereka rela menggadaikan harga dirnya dan martabatnya hanya karena uang. Jasa para Pahlawan-pahlawan kemerdekaan ternodai dan tidak dihargai lagi, padahal Pahlawan Bangsa mengorbankan segenap jiwa raganya untuk kemerdekaan. Sedangkan para Pejabat-pejabat Negara mengorbankan Harga diri dan martabatnya serta Institusinya untuk Uang.

Kebenaran dari Pernikahan inipunmenjadi tanda tanya besar, baik tetangga Rani  serta keluarga Rani dan Nasarudinpun  tdk  percaya kalo keduanya benar2 sdh menikah.  Fotonya memang Asli tapi  pernikahannya itu  yg palsu,  sayapun bisa  memastikan tanpa harus  Roy Suryo  yg  membuktikan. Karena Kalo Suryo yg membuktikan  pasti ada udang dibalik Istana....!!

Satu-satu demi kasus telah terkuak ada apa di balik ini semua. Mudah-mudahan ini suatu Anugerah Allah yang diberikan untuk Bangsa yang tercinta ini, bahwa kebobrokan moralitas para Pejabat Tinggi bangsa ini begitu rendahnya. Akhirnya mereka lupa pada diri mereka sendiri yang begitu sombongnya memiliki Pangkat yang tinggi dan bermegah-megah dengan hartanya yang ingin ditunjukan pada orang lain Lho Inilah Saya, padahal kalau kita berpikir secara logis maka kita akan tersenyum walau diri kita seorang yang gembel tetapi harga diri kita sesungguhnya lebih tinggi dar para Pejabat-pejabat itu karena diri kita tidak bisa dibeli dengan harta dan pangkat atau Jabatan sedangkan mereka masih bisa.

Inilah yang dinamakan Senjata Makan Tuan dalam kasus Antasari Ashar, Polisi begitu semangatnya dan yakin apa yang telah disekenariokan akan berjalan lancar ternyata tidak sama sekali. Wiliardy Wizard yang diajukan Polisi telah mencabut segala dakwaanya yang ada di BAP, bahwa semua ini adalah sesuatu konspirasi yang dilakukan oleh para Petinggi - petinggi Polisi untuk menjerumuskan Antasari ( Mantan ketua KPK ) kedalam penjara.

Sebagai bawahan dari Kapolri tidak mungkin dia akan bohong untuk mengemukaakan hal seperti itu. Waktu akan disidik Wiliardi tidak boleh didampingi oleh pengacara tentu ada tanda tanya besar ada apa dibalik ini semua. Walau begitu Istri beliau bisa menyaksikan hal apa yang terjadi pada suaminya waktu disidik, jadi alasan yang dikemukakan oleh suaminya didepan sidang benar apa adanya. Apalagi setelah Wiliardi dengan Lantangnya DEMI ALLAH bagi saya ini beliau benar-benar takut akan Azab dari Allah kalau apa yang telah disumpahkannya. Lain denga Sumpag yang di lantangkan oleh Kabereskim POlRI waktu di depan Komisi 3 DPR penuh dengan kamu flase, biarlah sumpah yang telah dia sumpahkan kelak akan dipertanggung jawabkan didepan Tuhannya.

Polisi lalu memberikan tampikan - tampikannya didepan para wartawan dengan memperlihatkan Video waktu disidik tetapi tidak begitu utuh bagaimana permulaan awalnya dari dia masuk sampai duduk di Introgasi. Lain dari rekaman KPK yang jelas dari bunyi telpon tut..tut sampai diangkat. Video Rekaman Antasari yang katanya justru Antasarilah yang ingin membubarkan KPK, ini jelas tidak Logis banget tidak ada Relevansinya dengan kasus yang telah dihadapi oleh Wiliardi dalam kasus pembunuhan. Justru ini terkesan mengadu domba, agar Antasari dianggap oleh teman-teman sejawatnya negatif. Dalam penayangan itupun Setaf Kabid Humas Polri yaitu N mengemukan pada wartawan bahwa tanpa Wiliardipun kasus ini bisa diteruskan. Polisi jelas-jelas telah kehilangan akal sehatnya dari awal yakin bahwa Wiliardi ini bisa menjadi Saksi yang utama untuk bisa menjerat Antasari kok bisa-bisanya berdalih seperti itu. Dari sinipun kita sudah bisa menebak apa yang dikatakan wiliardi benar-benar yang sesungguhnya dan benar-benar ada rekayasa untuk melemahkan KPK.

Orang yang jelas-jelas salah akan selalu membuat dan menaNgkis dengan hal-hal yang baru atau istilahnya akan mengajukan bukti-bukti baru agar tidak ketahuan kebobrokannya. Ilmu Fisika dan Matematika pasti ada rumusnya, begitu juga dengan ornag atau institusi yang salah. Ini sudah bisa dijadikan bukti apalagi yang telah saya kemukakan diatas.

Agar lebih Komplit waktu Rani tiba - tiba menghilang dan ternyata dilindungi Polisi dengan alasan untuk melindungi saksi, inipun sudah bisa dijadikan Bukti yang kuat pasti ada apa-apa, yaitu Rani akan disuruh untuk memerankan apa yang telah Polisi kehendaki. Dari awal Sudah banyak masyarakat yang menduga-duga bahwa akan ada rekayasa untuk menjerat Antasari. Karena ditangan Beliaulah KPK menjadi semakin tajam, banyak kasus Korupsi yang terungkap. Tetapi banyak masyarakat yang diam biarlah nanti pengadilan yang berbicara kebenarannya, apalagi setelah melihat hal - hal yang telah saya kemukakan diatas semakin jelaslah bahwa indikasi untuk melemahkan KPK memang ada dan itu telah disekenariokan dengan matang.

Dan Tentunya SBY sangat Marah Kalo sampai Anthasari akan mengusut Century terlebih Auliapohan pun juga dimasukan oleh Antasari yg scr otomatis menurunkan wibawa SBY sng Presiden yg notabene Pohan adalah Besannya. Yg scr moral di depan umum dia sllu mengatakan tdk akan intervensi tetapi sesunguhnya Marah sekali pd Antasari. Mk tdk ayal klo Pohanpun bisa keluar masuk penjara walo di bui entah itu masih dlm penyidikan dan di dlm Rutan setelah Vonis.

Minggu, 08 November 2009

KEJANGGALAN CICAK VS BUAYA


Setelah kita semua mendengar rekaman penyadapan yang dilakukan oleh KPK, baru banyak yang yakin bawa ada indikasi Kriminalisasi KPK. Secara Kronologis Polisi setelah melakukan penahanan terhadap Bibit dan Candra terjadi perdebatan yang seru antara KPK dan Polri. KPK bersikeras bahwa KPK punya Bukti untuk melemahkan atau mengkriminalisasikan KPK itu ada, sedangkan Pihak Polri dengan jelas tidak mempunyai bukti yang Kuat untuk menahan bibit dan Candra. Tapi pada kenyataanya sampai sekarang Polisi juga tidak mempunyai bukti yang Kuat keterlibatan yg berkembang ke hal yang aneh menjadi penyalah gunaan wewenang. Disini Polisi sudah jelas - jelas hanya mengada - ada saja. Sedangkan di pihak KPK dengan jelas sudah bisa menunjukan bukti yaitu berupa penyadapan.

Dari hasil Penyadapan itu jelas sekali dan yang perlu digaris bawahi adalah Bentuk Penyuapan yang dilakuakan Anggodo kepada Anggota Polri dan Kejaksaan dengan Sistim Borongan, entah bagaimana sistem pembagiannya Uang sebesar Rp. 5 M itu antara Polisi dan kejaksaan Anggodo tidak mau tau. Yang jelas dengan uang sebesar itu silakan bagaimana pembagiannya. Apalagi Anggodo bisa memanage Polisi dan kejaksaan termasuk dalam masalah BAP.

Yang lebih jelas lagi Anggodo bilang pada Kabareskim, kalau Ary Muladi tidak mau membantu dalam hal ini termasuk dalam kesaksiaannya di BAP yang pertama akan di Ceng oleh Susno. Nah kata - kata Ceng disini bearti di benci. Dan kegembiraan Anggodo dalam menjebloskan Bibit dan Candra sesuai apa yang disekenariokan oleh Anggodo sudah dilaksanakan oleh Polisi. Dan yang lebih Ngeri lagi kata - kata tak Pateni atau dibunuh, ini jelas -jelas ada perlakuan Istimewa dari pihak Polri dimana Bibit dan Candra di tahan di Brimob Kelapa dua yang jelas ada penjagaan yang kuat koq bisa - bisanya Anggodo bilang seperti itu. Kalau Anggodo tidak mendapatkan perlakuan yang Istimewa dari Pejabat Tinggi Polisi tentu tidak berani akan bialang seperti itu.

Sewaktu Polri diajak oleh komisi 3 DPR untuk menjelaskan permasalahan yang timbul dengan KPK, yang salah satu pernyataanya Kapolri mengatakan Ary Muladi karena tidak mau mengakui kesaksiannya yang pertama yaitu telah menyerahkan Uang itu kepada pejabat - pejabat KPK. Dan di cabut bahwa sesungguhnya Ary M tidak kenal dengan pejabat - pejabat KPK, dan Ary M tetap bersikukuh bahwa sesungguhnya dia tidak kenal dengan pejabt -pejabat KPK. Kemudian Ary M di periksa dengan menggunakan lie detector dan dinyatakan Positif berbohong. Ini dengan JELAS bahwa POLRI memaksakan kehendaknya agar Ary M sesuaiapa yang telah disekenariokan oleh Anggodo dan Polri. Yaitu Mengenal dan secara otomatis telah menyerahkan uang kepada Anggota KPK. Ada satu hal lagi yang menarik ketika anggota dewan menanyakan apa Istilah Cicak dan buaya kemudian Susno menjawab ini deperoleh dari secara tiba2 ketika dia melihat CICAK dan anak buahnya memilihkan kata BUAYA. Argument seperti ini jelas - jelas tidak masuk akal!!, kata - kata ini tidak mungkin kalau tidak melalui perencanaan yang matang. Dan bertolak belakang dengan yang telah berkembang bahwa CICAK adalah KPK sedangkan BUAYA adalah KEPOLISIAN. Cicak oleh Susno itu dianggap Polri yang tidak semena - mena dan mempunyai aturan yang jelas dalam penangkapannya. Sedangkan Buaya tidak asal - asalan saja atau bebas, ini kalu kita bisa cermat jelas ini mempunyai TENDENSI khusus atau ada kesan Benci atau tidak suka.

Ketika Susno menjawab pertanyaan TPF atau team 8 yang secara garis Besarnya apa yang dilakukannya adalah untuk mengelabuhi KPK dalam kasus BanK Century sebagai KONTRA INTELEGEN ini adalah argument yang tidak mendasar dan terkesan kekanak - kanakan dan aneh dan tidak logis.Walaupun jabatan nya Kabareskrim. Dan setahu saya setelah mendengar dari Ahli TI di media tidak ada alat yang bisa mengetahui HP nya disadap, walaupun polisi juga punya alat yang lebih canggih penyadapannya. Apa lagi kedatangan Susno ke Singapura karena Anggoro hanya mau di periksa oleh Susno, ini hal yang teramat - amat aneh siapa anda siapa Anggoro?? Tersangaka koq bisa dengan leluasa atau memilih penyidiknya. Wuah ini mah dagelan Pasar atau lawakan Pasar Pak. Apa lagi Anggoro sudah dijadikan tersangka oleh KPK.

Masih banyak lagi kejanggalan - kejanggalan yang dilakukan, tetapi apa yang saya sebutkan diatas sudah bisa menjadi dasar apa lagi ditambah dengan barang bukti yang ada yaitu Rekaman Penyadapan yang dilakukan KPK sudah jelas kalau ada indikasi Kriminalisasi KPK. Bukan bearti Kami benci Polisi tetapi kami ingin Polisi bisa dicintai Rakyat dan benar - benar bisa menjadi pelindung dan payung hukum yang adil kepada masyarakat Indonesia dan harum di mata DUNIA internasional. Untuk itu agar Polisi bisa menjadi lebih baik harus diadakan Refomasi di tubuh Polisi agar Polisi benar - benar bisa menjadi apa yang kita harapkan bersama antara Polisi dan Rakyat. Cicak vs Buaya, Buaya vs cicak, Cicak dimakan Buaya, Buaya memakan cicak